HomeNewsKhasRiuh Sorak dan Napas Kecewa Bisbol Korea Selatan

Riuh Sorak dan Napas Kecewa Bisbol Korea Selatan

Published on

Minggu beberapa pekan lalu, saya diajak kenalan di Korea Selatan untuk menonton pertandingan bisbol di Baseball Stadium Jamsil. Bagi warga di sini, gaung pertandingan bisbol lebih besar dibandingkan liga sepak bola dalam negeri.

“Kalau laga internasional memang sepak bola banyak fansnya, namun dalam negeri bisbol lebih ramai peminat,” tutur Kim Dan saat menunggu penukaran tiket.

Pertandingan liga profesional ini sudah dimulai sejak 1982 ketika Korea Baseball Organization yang beranggotakan enam tim bergabung di bawah kepemilikan perusahaan dan dukungan pemerintah Korea Selatan.

Sekarang ini ada sepuluh tim yang bertarung di liga utama. Selain itu, tim-tim sekolah dan kampus juga rutin bertanding dan sangat populer seperti yang digambarkan di drama Reply 1994 dan Hot Stove League.

“Karena sangat populer di kalangan anak muda, tidak mudah mendapatkan tiketnya,” tambah Kim Dan lagi.

Pertandingan bisbol biasanya berlangsung selama tiga jam lima menit dan bisa lebih panjang jika ada pertambahan waktu. Saat ini tim paling populer adalah The Kia Tiger yang berhasil memenangkan 12 liga dari 43 musim. Hari itu, acehkini menonton pertandingan LG Twins melawan SSG Landers.

Sepanjang pertandingan pendukung masing-masing tim berteriak, menyanyikan yel-yel dan memanggil pemain kesukaan mereka. “최지훈 오빠, 우리 보려 왔어요 (Choi Jae Hoon Oppa, kami datang untuk melihatmu),” teriak penonton di kursi barisan depan. Mereka riuh saat pemain kesayangannya berhasil memperoleh poin.

Di sela-sela pertandingan ada beberapa doorprize yang dibagikan ke pendukung dengan yel-yel terheboh. Anak Kim Dan yang duduk tepat di samping acehkini beberapa kali menjelaskan bagaimana mekanisme pertandingan. Terkadang ia juga gusar ketika timnya LG Twins gagal menghalau homerun atau ball out.

Walaupun hujan rintik-rintik para penonton tetap bertahan di kursi mereka. Penggemar bisbol Korea dikenal antusias dan penuh semangat terhadap tim mereka. Mereka sering kali bertahan hingga pertandingan berakhir, bahkan saat tim tersebut kalah.

Peluit panjang ditiup. Beberapa penonton bersorak, namun tidak sedikit yang menghela napas kecewa. Penonton bergegas pulang. Tanda pertandingan berakhir dengan kekalahan LG Twins hari itu.

Foto: Khiththati/acehkini
Foto: Khiththati/acehkini
Foto: Khiththati/acehkini
Foto: Khiththati/acehkini
Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Pemerintah Aceh Pacu Aturan Payung Hukum Rute Kapal Krueng Geukueh-Penang

‎Pemerintah Aceh tengah mengakselerasi penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur (Ranpergub) guna mempercepat realisasi pembukaan rute...

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Banda Aceh-Jakarta, 10 Penerbangan Dibatalkan

Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan rute Banda Aceh-Jakarta pada Senin (7/9/2026). Sebanyak 10...

Persiraja Tekuk RANS FC 2-1, Modal Positif Laskar Rencong Jelang Championship 2026/27

Persiraja Banda Aceh meraih kemenangan 2-1 atas RANS Nusantara FC dalam laga persahabatan di...

Bukan Sekadar Uji Coba, Persiraja Siap Tampil Habis-habisan Lawan RANS FC

Persiraja Banda Aceh siap tampil habis-habisan saat menghadapi RANS FC dalam laga persahabatan di...

Medco E&P Malaka Juara Minisoccer Migas Cup 2026, Menang Dramatis atas Editor FC

Tim Medco E&P Malaka keluar sebagai juara Minisoccer Migas Cup 2026 setelah mengalahkan Editor...

More like this

Pemerintah Aceh Pacu Aturan Payung Hukum Rute Kapal Krueng Geukueh-Penang

‎Pemerintah Aceh tengah mengakselerasi penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur (Ranpergub) guna mempercepat realisasi pembukaan rute...

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Banda Aceh-Jakarta, 10 Penerbangan Dibatalkan

Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan rute Banda Aceh-Jakarta pada Senin (7/9/2026). Sebanyak 10...

Persiraja Tekuk RANS FC 2-1, Modal Positif Laskar Rencong Jelang Championship 2026/27

Persiraja Banda Aceh meraih kemenangan 2-1 atas RANS Nusantara FC dalam laga persahabatan di...