HomeNewsPolda Investigasi Kasus Warga Aceh Utara Meninggal Seusai Penangkapan

Polda Investigasi Kasus Warga Aceh Utara Meninggal Seusai Penangkapan

Published on

Kepolisian Daerah Aceh menginvestigasi kasus Saiful Abdullah alias Cek Pon (51 tahun), warga Kabupaten Aceh Utara, yang meninggal seusai penangkapan oleh anggota Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Aceh Utara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh Komisaris Besar Joko Krisdiyanto dalam siaran pers mengatakan sebaiknya menanti hasil investigasi resmi dari Pengamanan Internal (Paminal) Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) yang sedang berjalan.

“Saat ini Paminal sudah turun ke Aceh Utara,” kata Joko, Ahad (5/5/2024).

Polda Aceh berkomitmen akan melakukan tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran baik secara pidana maupun kode etik yang dilakukan personel dalam bertugas.

“Kami akan transparan terkait kasus ini. Jika hasil investigasi menyatakan adanya ketidakprofesionalan atau kesalahan dalam bertugas, maka akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” kata Joko.

Saiful Abdullah meninggal dengan luka di wajahnya pada Selasa (30/4/2024) dini hari. Keluarga menduga Saiful menjadi korban penganiayaan setelah ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Aceh Utara.

Keluarga Saiful melaporkan kasus ini ke Kepolisian Resor Lhokseumawe. Menurut surat laporan ke polisi, peristiwa ini bermula pada Senin (29/4/2024) ketika Saiful ditangkap di jalan kawasan pantai kampungnya di Kuta Glumpang, Kecamatan Samudera, terkait kasus sabu-sabu.

Setelah mendapat informasi penangkapan itu, keluarga menghubungi seorang warga bernama Said yang menurutnya penangkap minta tebusan Rp 50 juta. Sekitar pukul 22.00 WIB, Saiful dibawa pulang oleh Said dengan kondisi luka lebam di bagian wajah dan telinga sebelah kiri.

Dua jam kemudian, Saiful dilarikan ke rumah sakit Kesrem Lhokseumawe untuk mendapatkan perawatan. Namun, Saiful meninggal sekitar pukul 00.45 WIB.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Aceh Utara Komisaris Muhayat Effendie memberikan klarifikasi terkait kasus ini. Ia membantah anggotanya melakukan penganiayaan dan permintaan uang tebusan. Menurutnya, Saiful terluka akibat jatuh dari motor saat penangkapan.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...

Polres Bireuen Musnahkan 10,5 Kg Sabu-Sabu dan 19,3 Kg Ganja

Kepolisian Resor Bireuen memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Satresnarkoba berupa 10,5 kilogram sabu-sabu...

Al Masúdi, Penjelajah Muslim yang Penasaran

Jauh sebelum penjelajah Eropa menggunakan kapal mereka mencari pulau-pulau yang jauh, ternyata orang-orang Muslim...

More like this

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...