BerandaHiburanBukuPerawi Hardisk: Aceh yang Tak Punya Bioskop dan ‘Jalan Ninja’ Anak Muda

Perawi Hardisk: Aceh yang Tak Punya Bioskop dan ‘Jalan Ninja’ Anak Muda

Published on

Riazul Iqbal Pauleta menyodorkan buku itu di meja sebuah warung kopi di Kota Sigli, Pidie, akhir November lalu. Judulnya Perawi Hardisk.

Ini karya terbaru pria sehari-sehari menjadi guru di Sukma Bangsa Pidie itu. Setebal 332 halaman, buku ini diterbitkan Bandar Publishing Banda Aceh, November 2023.

Riazul Iqbal membukukan lebih dari seratus tulisan mengenai film-film yang ia tonton: lokal hingga dunia.

“Tulisan ini sudah berkerak di laptop, dari 10 sampai 14 tahun lalu,” kata Rio, panggilan akrabnya.

“Daripada tak terpakai, marilah kita bukukan.”

Setelah dihantam tsunami 2004 dan konflik bersenjata hampir tiga dekade, Aceh yang damai di bawah aturan syariat Islam justru tak memiliki bioskop.

Buku ini cara Rio membalas rundung yang ia terima selama ini—seakan tak bisa nonton film. Sebagai orang Aceh, ia ingin bilang, “kalau kami juga maniak menonton film”.

Dia memperoleh film yang ia tonton itu dari grup Facebook, teman, hingga situs penyedia unduhan film ilegal.

Ini semacam ‘jalan ninja’ anak muda Aceh—selain misalnya, bayar mahal buat mencari bioskop di Kota Medan.

Riazul Iqbal
Riazul Iqbal dan bukunya. Foto: Habil Razali/acehkini

Istilah perawi hardisk mengemuka di antara sesama penikmat film di Aceh. Ketika fail film beredar, sumber awal atau istilah lain ‘sanad’ juga akan ikut.

Ia bercerita misalnya saat beberapa teman menamakan folder fail ‘Film dari Rio’. Rio tak sungkan mengakui bahwa ia memang terkenal sebagai kolektor film.

Film yang kerap dibagikan di antaranya termasuk Hollywood, Bollywood, hingga Indonesia.

Tiap selesai menonton, Rio menulis ulasan film itu. “Aku menonton intens sejak 2005,” katanya.

Geliat Penonton Aceh di Situs Ilegal

Akbar Rafsanjani memberi pengantar buku ini. Ia pegiat film di Aceh. Dia bilang bahwa sejarah menonton di Aceh, dan secara luas di Indonesia, tidak terlepas dari situs ilegal.

“Bahkan bagi sinefili Indonesia, Torrent adalah jalan ninja untuk mengakses film-film dari periode manapun dalam memperkaya tontonan dan pengetahuan sejarah sinema dunia,” katanya.

Kelompok perawi hardisk dan grup penyebar fail film di Aceh, bagi Akbar, telah mencuri start mengulas dan mengkritik film jauh sebelum topik ketiadaan bioskop di Aceh menguat.

“Saya melihat ini sebagai sesuatu yang unik dari sejarah menonton di Aceh,” kata Akbar.

Direktur Program Aceh Film Festival ini bahkan melihat pergerakan Rio dan teman-temannya menjadi titik awal mendalami bagaimana tradisi menonton di Aceh.

Tapi Akbar menangkap kekhawatiran soal perawi hardisk. Pergerakan Rio dan teman-temannya akan tergerus akibat menjamur penyedia layanan film legal secara daring.

“… yang murah dan dianggap lebih suci daripada para pemuja Pirates Bay ini,” katanya.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News



Artikel Terbaru

Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci Jadi 15 Orang

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Husaini Bukhari (49 tahun), seorang jemaah haji asal Aceh...

58 Koleksi Kain Tradisional Dipamerkan di Museum Aceh

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Aceh menggelar pameran koleksi wastra (kain...

Operasi Patuh Seulawah, Polda Aceh Sasar 7 Pelanggaran Lalu Lintas

Kepolisian Daerah Aceh bakal menggelar Operasi Patuh Seulawah 2024 sepanjang dua pekan ini: 15-28...

Sekda Aceh Tinjau Venue PON XXI di Sabang

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Azwardi, meninjau pengerjaan venue Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Nanang Indra Bakti Disambut Kalung Bunga di Polres Aceh Utara

Nanang Indra Bakti kini resmi menjabat Kepala Kepolisian Resor Aceh Utara. Berpangkat Ajun Komisaris...

More like this

Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci Jadi 15 Orang

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Husaini Bukhari (49 tahun), seorang jemaah haji asal Aceh...

58 Koleksi Kain Tradisional Dipamerkan di Museum Aceh

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Aceh menggelar pameran koleksi wastra (kain...

Operasi Patuh Seulawah, Polda Aceh Sasar 7 Pelanggaran Lalu Lintas

Kepolisian Daerah Aceh bakal menggelar Operasi Patuh Seulawah 2024 sepanjang dua pekan ini: 15-28...