Sabtu, Mei 18, 2024
More
    BerandaHistoriBelajar Bela Bangsa Tertindas dari Kisah Hasan Tiro Mendirikan UNPO

    Belajar Bela Bangsa Tertindas dari Kisah Hasan Tiro Mendirikan UNPO

    Published on

    “Kami sama-sama pendiri UNPO,” kata Edita Tahiri setelah ziarah ke makam deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Teungku Hasan Tiro di Indrapuri, Aceh Besar, 2019 silam.

    Edita pemimpin kemerdekaan Kosovo sejak dulu. Setelah Kosovo merdeka pada 17 Februari 2008, Edita pernah jadi Wakil Perdana Menteri Kosovo dan Menteri Dialog di negara bekas Yugoslavia itu.

    Sementara perjuangan bersenjata GAM berakhir setelah meneken perjanjian damai dengan Pemerintah Indonesia di Helsinki, 15 Agustus 2005. Aceh memperoleh hak otonomi yang lebih luas.

    Bagi Edita Tahiri, Teungku Hasan Tiro teman sekaligus guru. Mereka kerap berdiskusi di berbagai pertemuan untuk kemerdekaan di daerah masing-masing dulunya.

    Edita Tahiri di makam Tgk Hasan Di Tiro dan makam Pahlawan Nasional, Tgk Chik Di Tiro. Foto: Windy Phagta/acehkini
    Edita Tahiri di makam Tgk Hasan Di Tiro dan makam Pahlawan Nasional, Tgk Chik Di Tiro, 2019. Foto: Windy Phagta/acehkini

    Edita Tahiri dan Hasan Tiro terlibat dalam pendirian The Unrepresented Nations and Peoples Organization (UNPO) atau Organisasi Bangsa-Bangsa dan Masyarakat yang Tidak Terwakili. Edita mewakili Kosovo dan Hasan Tiro mewakili Aceh.

    “Kami menjadi bagian dalam pergerakan yang sama dalam organisasi UNPO,” katanya kepada acehkini dalam wawancara khusus saat itu.

    “Di sana kami melakukan banyak diskusi, interaksi dan saling berbagi pengalaman, berbagi ide dan strategi bagaimana pergerakan ini, sehingga orang-orang kami bisa lebih dekat dengan kebebasan.”

    Foto kenangan (Alm) Tgk Hasan Tiro (kiri) dan Edita Tahiri. Dok. Edita Tahiri
    Foto kenangan (Alm) Tgk Hasan Tiro (kiri) dan Edita Tahiri. Dok. Edita Tahiri

    UNPO secara resmi didirikan pada Februari 1991 di Den Haag, Belanda, oleh perwakilan dari Aceh, Kosovo, Aborigin Australia, Armenia, dan beberapa perwakilan yang lain.

    Sejumlah bekas anggota UNPO yang merdeka kemudian bergabung dalam PBB.

    Menurut situs webnya, UNPO didirikan untuk memberdayakan suara masyarakat yang tidak terwakili dan terpinggirkan di seluruh dunia dan untuk melindungi hak mereka untuk menentukan nasib sendiri.

    Ada beberapa poin kesepakatan yang harus diikuti anggota UNPO. Antara lain: hak yang sama bagi semua orang untuk menentukan nasib sendiri, kepatuhan terhadap standar hak asasi manusia yang diterima secara internasional, ketaatan pada prinsip pluralisme demokrasi dan penolakan terhadap intoleransi, promosi nirkekerasan dan penolakan terorisme dan kekerasan sebagai instrumen kebijakan, dan perlindungan lingkungan alam.

    Edita Tahiri saat berkunjung ke makam Tgk Hasan Tiro. Foto: Windy Phagta/acehkini
    Edita Tahiri saat berkunjung ke makam Tgk Hasan Tiro. Foto: Windy Phagta/acehkini

    Masyarakat yang terwakili dalam keanggotaan UNPO dipersatukan oleh satu kondisi yang sama: mereka tidak mendapatkan keterwakilan yang setara dalam lembaga-lembaga pemerintahan nasional atau internasional.

    Akibatnya, kesempatan mereka untuk berpartisipasi di tingkat nasional atau internasional menjadi terbatas, dan mereka berjuang untuk sepenuhnya mewujudkan hak-hak mereka atas partisipasi sipil dan politik serta mengendalikan pembangunan ekonomi, sosial dan budaya.

    “Dalam banyak kasus, mereka menjadi sasaran kekerasan dan penindasan yang paling buruk,” tulis UNPO.[]

    Follow konten ACEHKINI.ID di Google News




    Artikel Terbaru

    Ini 22 Pemain Timnas yang Dipanggil untuk Kualifikasi Piala Dunia Lawan Irak dan Filipina

    Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memanggil 22 pemain untuk laga melawan Irak dan Filipina...

    Jemaah Haji Lansia Aceh Akan Duduk di Kelas Bisnis saat Terbang ke Tanah Suci

    Jemaah haji Aceh yang tergolong lanjut usia (lansia) pada musim haji 1445 Hijriah/2024 dipastikan...

    Gubernur Aceh Terima Kunjungan Kepala Puslatbang KHAN LAN RI

    Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah menerima kunjungan Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian Hukum...

    Jubir Partai Aceh: Armia Fahmi Akan Aktif sebagai Kader setelah Pensiun

    Armia Fahmi yang saat ini menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Aceh telah mendaftar ke...

    Lhoknga Kekurangan Air Bersih, Bupati Aceh Besar Tinjau Langsung

    Sejumlah gampong di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar kekurangan air bersih akibat kemarau. Penjabat (Pj)...

    More like this

    Ini 22 Pemain Timnas yang Dipanggil untuk Kualifikasi Piala Dunia Lawan Irak dan Filipina

    Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memanggil 22 pemain untuk laga melawan Irak dan Filipina...

    Jemaah Haji Lansia Aceh Akan Duduk di Kelas Bisnis saat Terbang ke Tanah Suci

    Jemaah haji Aceh yang tergolong lanjut usia (lansia) pada musim haji 1445 Hijriah/2024 dipastikan...

    Gubernur Aceh Terima Kunjungan Kepala Puslatbang KHAN LAN RI

    Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah menerima kunjungan Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian Hukum...