HomeNewsMuseum Tsunami Aceh Gelar Smong Box, Puluhan Siswa SMA Belajar Mitigasi Bencana

Museum Tsunami Aceh Gelar Smong Box, Puluhan Siswa SMA Belajar Mitigasi Bencana

Published on

UPTD Museum Tsunami Aceh kembali menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema “Smong Box” yang diikuti oleh puluhan siswa-siswi dari SMA Negeri 1 Banda Aceh dan SMA Negeri 2 Banda Aceh, selama dua hari, Senin-Selasa, 28-29 Juli 2025. Kegiatan yang menghadirkan narasumber ahli dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami.

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh M Syahputra AZ melalui Kepala Seksi Edukasi dan Preparasi Abdul Lathief menyampaikan, workshop interaktif Smong Box dirancang untuk menyampaikan pengetahuan kebencanaan secara menarik dan aplikatif kepada siswa.

“Melalui simulasi, diskusi kelompok, dan permainan edukatif, peserta diajak memahami tanda-tanda alam sebelum tsunami, langkah-langkah penyelamatan diri (evakuasi), serta tindakan pertolongan pertama dasar pascabencana,” ujarnya.

Abdul Lathief juga menekankan pentingnya peran generasi muda. “Pelajar adalah agen perubahan dan ujung tombak penyebaran informasi. Melalui Smong Box, kami berharap ilmu yang didapat hari ini tidak hanya melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga bisa dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar, membangun komunitas yang lebih tangguh menghadapi bencana,” katanya.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBA, Fazli, SKM, M.Kes, memaparkan materi tentang karakteristik dan mitigasi gempa bumi, sistem peringatan dini di Aceh, serta tata cara evakuasi yang benar menuju titik kumpul (assembly point) dan jalur evakuasi.

“Pemahaman tentang ‘Smong’ atau kearifan lokal mengenali tanda tsunami harus dipadukan dengan pengetahuan teknis evakuasi. Siswa perlu tahu persis apa yang harus dilakukan dalam hitungan menit setelah gempa kuat terjadi,” jelasnya.

Dokter spesialis emergensi dari RSUDZA dr Meilya Silvalila SpEM., KPEC, Meilya Silvalila memberikan pelatihan pertolongan pertama dan bantuan hidup dasar yang mungkin dibutuhkan pascabencana, seperti menangani luka, patah tulang sementara, serta resusitasi jantung paru (RJP) dasar.

“Keterampilan pertolongan pertama sangat krusial dalam situasi bencana, terutama sebelum bantuan medis profesional tiba. Kami ajarkan teknik dasar yang bisa menyelamatkan nyawa,” paparnya.

Kegiatan Smong Box sendiri merupakan bagian dari komitmen Museum Tsunami Aceh sebagai pusat edukasi dan pengurangan risiko bencana. Workshop seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak sekolah di seluruh Aceh. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...

Polres Bireuen Musnahkan 10,5 Kg Sabu-Sabu dan 19,3 Kg Ganja

Kepolisian Resor Bireuen memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Satresnarkoba berupa 10,5 kilogram sabu-sabu...

Al Masúdi, Penjelajah Muslim yang Penasaran

Jauh sebelum penjelajah Eropa menggunakan kapal mereka mencari pulau-pulau yang jauh, ternyata orang-orang Muslim...

More like this

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...