Menyambut milad Korps Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Daerah (MD KAHMI) dan Korps HMI Wati (KOHATI) Bireuen berhasil mengumpulkan 53 kantong darah. Organisasi mahasiswa itu menggandeng UTD RSUD Fauziah Bireuen dalam rangka milad organisasi yang ke-60 digelar di alun-alun Tugu BateeĀ Kureng, Kota Juang, Bireuen, Kamis (17/9/2026) pagi.
Hadir Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, dan Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Bireuen, Hiryani Razuardi. Kegiatan tersebut juga turut melibatkan berbagai unsur dan elemen masyarakat Bireuen di antaranya perwakilan Kodim 0111/Bireuen, Bataliyun Infantri 113/Jaya Sakti, Koramil 01/Kota Juang, Polsek Kota Juang, guru, mahasiswa, ASN, dan masyarakat sekitar.
Kapolres Bireuen secara khusus hadir sebagai wujud dukungan terhadap kegiatan aksi sosial yang memberikan kontribusi dan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi warga yang membutuhkannya.
Kapolres mengatakan, pelaksanaan donor darahĀ merupakan aksi sosial yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat banyak. āDonor darah merupakan bentuk kepedulian sosial dan memberikan arti bagi kehidupan kemanusiaan. Setetes darah yang kita sumbangkan bisa memberikan keberlangsungan hidup bagi mereka yang membutuhkan karena membantu menyelamatkan nyawa orang lain,ā ujar AKBP Yulhendri.
Melalui kegiatan tersebut, Kapolres Bireuen berharap sinergi antara kepolisian, organisasi kemahasiswaan dan masyarakat dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan positif yang memberikan ruang dan manfaat bagi masyarakat Bireuen.
Koordinator Majelis Daerah Presidium KAHMI Bireuen, Asnawi, S.Sos, M.Ap menyebutkan milad KAHMI Bireuen yang ke-60 kali ini sengaja menggandeng Unit Transfusi Darah (UTD) RUSD Fauziah Bireuen untuk mengajak masyarakat Bireuen agar dapat membantu sesama dalam aksi sosial donor darah sehingga dapat menolong warga yang membutuhkan.
“Stok darah yang berhasil kami kumpulkan hari ini setidaknya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan darah di rumah-rumah sakit yang ada di Bireuen,” tukasnya.
Yunita Agustina Amd, Ak, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Fauziah Bireuen di sela-sela kegiatan donor darah menyebutkan, sebenarnya banyak warga yang ingin mendonorkan darahnya, namun setelah dilakukan pemeriksaan, ada sekitar belasan calon pendonor yang tensi darahnya tinggi atau ada HB-nya kurang. “Sehingga mereka tidak memenuhi syarat kesehatan untuk menjadi pendonor,” ungkapnya.
Ketua Panitia Milad KAHMI dan Kohati Bireuen ke-60, Deri Rinaldy, menyampaikan banyak elemen masyarakat yang terlibat pada milad KAHMI dan Kohati kali ini sebagai bentuk partisipasi mereka yang masih perduli terhadap kehidupan sesama. []


