HomeEkonomiKunjungi PGE, Mawardi Nur Tekankan Produksi Migas dan Manfaat bagi Masyarakat Aceh

Kunjungi PGE, Mawardi Nur Tekankan Produksi Migas dan Manfaat bagi Masyarakat Aceh

Published on

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama jajaran Board of Commissioners (BOC) dan Board of Directors (BOD) PT Pema Global Energi (PGE) melaksanakan kunjungan lapangan (field visit) ke Wilayah Kerja (WK) B, Aceh Utara, pada 13-14 Oktober 2026.

Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung kegiatan operasional, mengevaluasi progres program kerja, serta mengidentifikasi berbagai tantangan dalam upaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) di Aceh.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPMA Mawardi Nur, Deputi Dukungan Bisnis BPMA Edy Kurniawan, Komisaris Utama PGE Sunny Ikbal beserta jajaran komisaris, Direktur Utama PGE Firdaus Noezula, General Manager PGE Andika Mahardika bersama para pimpinan fungsi dan tim teknis operasional WK B di Point A, serta Manager Migas, Minerba dan EBTKE PT PEMA Perseroda Al Maiyani beserta jajaran. Turut hadir para pimpinan dan perwakilan bidang teknis BPMA.

Kepala BPMA Mawardi Nur menyampaikan lima poin utama yang menjadi perhatian dalam kunjungan lapangan tersebut, yakni keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan, keandalan produksi dan disiplin program kerja, tata kelola dan keandalan data, peningkatan manfaat bagi daerah, serta penguatan koordinasi dan penyelesaian hambatan operasional.

“Kelima poin ini harus menjadi perhatian bersama. Keselamatan dan lingkungan harus dijaga, keandalan produksi ditingkatkan, serta program kerja dan data dikelola secara disiplin dan akuntabel. Kami juga mendorong peningkatan keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal agar kegiatan migas memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh,” ujarnya dalam keterangan yang diterima acehkini, Selasa (13/10).

“BPMA dan PGE harus memperkuat koordinasi dengan tindak lanjut yang jelas dan terukur sehingga kunjungan ini menghasilkan perbaikan operasional dan mendukung pencapaian target produksi migas nasional,” kata Mawardi.

Ia menegaskan, BPMA juga memiliki tiga agenda utama, yaitu percepatan pengelolaan sumur minyak masyarakat, peningkatan lifting migas, serta penguatan peran pelaku usaha lokal dan sumber daya manusia (SDM) Aceh.

“Ketiga agenda ini membutuhkan kerja keras dan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar Aceh dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi migas nasional. Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengoptimalkan potensi hulu migas di Aceh demi kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional,” ujar Mawardi.

Terkait pengelolaan sumur minyak masyarakat, Mawardi menambahkan bahwa BPMA terus berkoordinasi dengan SKK Migas untuk mengawal tindak lanjut penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). BPMA juga mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar kegiatan operasional memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal, kontraktor daerah, serta program pemberdayaan yang tepat sasaran.

Sementara itu, Direktur Utama PGE Firdaus Noezula menyampaikan bahwa kunjungan lapangan menjadi momentum bagi manajemen perusahaan dan regulator untuk melihat secara langsung kondisi operasional serta memahami berbagai tantangan yang dihadapi tim di lapangan.

“Bagi kami, ada tiga hal penting yang harus terus dijaga, yaitu profesionalisme dengan mengutamakan keselamatan dan perlindungan lingkungan, kolaborasi dan sinergi dengan BPMA, serta memastikan keberadaan PGE memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh,” kata Firdaus.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan PGE tidak hanya diukur dari capaian operasional dan produksi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan daerah. Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam harus meninggalkan hasil positif yang dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

Firdaus turut mengutip hadih maja, petuah dalam budaya Aceh, yang berbunyi, “Get ta peubuet, get beunalah, nyang get takubah keu aneuk cucoe, menyoe han tinggai meubayyinah, panena leumah geutanyoe awai na.”

Dalam bahasa Indonesia, petuah tersebut bermakna, “Kalau ada yang baik, lakukanlah; kalau ada yang benar, pertahankanlah. Hal-hal baik yang kita ukir untuk anak cucu, jika tidak meninggalkan bukti atau jejak, bagaimana orang akan mengetahui bahwa kita pernah ada sebelumnya?”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan migas tidak hanya berorientasi pada pencapaian produksi, tetapi juga harus menghasilkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat serta generasi mendatang.

Melalui kunjungan lapangan ini, BPMA dan PGE berkomitmen memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan produksi migas, menjaga keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kontribusi industri hulu migas terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Dek Fadh, Abu Paya Pasi, dan Ketua DPR Aceh Temui Menko Polkam Dudung Abdurachman

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), ulama kharismatik Abu Paya Pasi, dan Ketua DPR...

Mualem Tinjau Pemulihan Aceh Tamiang, dari Huntap dan Air Bersih hingga Bantuan Petani

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meninjau sejumlah sektor pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh...

Mualem Lantik Taufik sebagai Pj Sekda Aceh di Medan, Ini Alasannya

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem melantik Taufik, S.T., M.Si., sebagai Penjabat Sekretaris Daerah...

7 Akademisi Aceh Masuk World’s Top 2% Scientists 2026

Tujuh akademisi dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda...

HMI Bireuen Perkuat Kader Lewat Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen menggelar kegiatan Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam...

More like this

Dek Fadh, Abu Paya Pasi, dan Ketua DPR Aceh Temui Menko Polkam Dudung Abdurachman

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), ulama kharismatik Abu Paya Pasi, dan Ketua DPR...

Mualem Tinjau Pemulihan Aceh Tamiang, dari Huntap dan Air Bersih hingga Bantuan Petani

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meninjau sejumlah sektor pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh...

Mualem Lantik Taufik sebagai Pj Sekda Aceh di Medan, Ini Alasannya

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem melantik Taufik, S.T., M.Si., sebagai Penjabat Sekretaris Daerah...