BerandaNewsKoalisi Masyarakat Sipil Tagih Komitmen KPK Tuntaskan Kasus Korupsi di Aceh

Koalisi Masyarakat Sipil Tagih Komitmen KPK Tuntaskan Kasus Korupsi di Aceh

Published on

Sejumlah lembaga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Aceh kembali menagih komitmen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan kasus-kasus dugaan korupsi yang pernah diselidiki di Aceh.

“Sejak 3 Juni 2021, KPK telah melakukan penyelidikan terbuka di Aceh dengan agenda meminta keterangan dan klarifikasi terhadap sejumlah pejabat atau para pihak berkaitan dengan dugaan korupsi,” kata Alfian, Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), mewakili koalisi dalam konferensi pers di kantornya, Banda Aceh, Selasa (1/8/2023).

Alfian mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat ke KPK bernomor: 020/B/MaTA/VII/2023 perihal permohonan informasi pengembangan penyelidikan terbuka di Aceh. “Intinya untuk mempertanyakan perkembangan hasil penyelidikan yang pernah dilakukan KPK di Aceh, karena sampai saat ini tidak ada penjelasan,” katanya.

Ini adalah surat yang kedua dikirimkan MaTA mewakili Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Aceh. Sebelumnya pernah dilakukan pada 4 Oktober 2022, dan tidak mendapatkan kepastian.

“Sudah lebih dua tahun sejak KPK melakukan penyelidikan sejumlah kasus di Aceh, belum ada kepastian hasilnya, seharusnya disampaikan ke publik,” sebutnya.

Dok. MaTA

Menurutnya, sejumlah kasus yang diselidiki KPK dulunya adalah pengadaan 3 unit kapal cepat Aceh Hebat, proses perizinan PLTU 3 dan 4 di Kabupaten Nagan Raya, proyek multiyears, kasus kode AP/apendiks yang tidak dikenal dalam sistem penganggaran daerah, dan alokasi dana refocusing penanganan Covid-19. Total pagu anggaran yang diselidiki KPK lebih dari Rp5,4 triliun.

Sementara itu, direktur YLBHI-LBH Banda Aceh, Syahrul menyatakan sampai saat ini publik Aceh masih bertanya-tanya terkait dugaan korupsi di kasus tersebut. “Ini sudah lama sekali, masyarakat akan berprasangka macam-macam dan menduga ada kepentingan politik dalam berbagai kasus tersebut,” katanya.

Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Aceh berharap KPK segera memberikan kepastian hukum dalam penanganan kasus-kasus yang pernah diselidiki di Aceh. []

Dok, MaTA
Follow konten ACEHKINI.ID di Google News



Artikel Terbaru

Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci Jadi 15 Orang

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Husaini Bukhari (49 tahun), seorang jemaah haji asal Aceh...

58 Koleksi Kain Tradisional Dipamerkan di Museum Aceh

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Aceh menggelar pameran koleksi wastra (kain...

Operasi Patuh Seulawah, Polda Aceh Sasar 7 Pelanggaran Lalu Lintas

Kepolisian Daerah Aceh bakal menggelar Operasi Patuh Seulawah 2024 sepanjang dua pekan ini: 15-28...

Sekda Aceh Tinjau Venue PON XXI di Sabang

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Azwardi, meninjau pengerjaan venue Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Nanang Indra Bakti Disambut Kalung Bunga di Polres Aceh Utara

Nanang Indra Bakti kini resmi menjabat Kepala Kepolisian Resor Aceh Utara. Berpangkat Ajun Komisaris...

More like this

Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci Jadi 15 Orang

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Husaini Bukhari (49 tahun), seorang jemaah haji asal Aceh...

58 Koleksi Kain Tradisional Dipamerkan di Museum Aceh

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Aceh menggelar pameran koleksi wastra (kain...

Operasi Patuh Seulawah, Polda Aceh Sasar 7 Pelanggaran Lalu Lintas

Kepolisian Daerah Aceh bakal menggelar Operasi Patuh Seulawah 2024 sepanjang dua pekan ini: 15-28...