BerandaNewsKisah Reka Desiana, Alumnus UMMAH Aceh Sukses Jadi Perawat di Jepang

Kisah Reka Desiana, Alumnus UMMAH Aceh Sukses Jadi Perawat di Jepang

Published on

Reka Desiana, lulusan UMMAH Aceh, sukses meniti karier sebagai perawat di Jepang. Anak Peudada yang menangkap peluang hingga ke luar negeri.

Perempuan paruh baya itu bukan mahasiswa. Tapi, ia berdiri dalam barisan 77 lulusan Universitas Muhammadiyah Mahakarya (UMMAH) Bireuen, Aceh, yang tengah mengikuti prosesi wisuda.

Maryana M Amin namanya. Tak pakai toga, ia mengenakan pakaian merah muda. Penampilannya kontras dengan para lulusan lainnya. Maryana pada Rabu (12/6/2024) itu menggantikan anaknya Reka Desiana yang tidak dapat mengikuti wisuda karena sedang di Jepang.

Reka Desiana lulusan Program Studi S1 Ilmu Keperawatan. Setahun ini, ia tinggal di Negeri Sakura dan bekerja di lembaga perawatan orang-orang lanjut usia: Syakai Fukushi Houjin Seijukai.

Reka anak pertama dari empat bersaudara. Ia lahir di Peudada, Bireuen, pada 21 Oktober 1997 dari pasangan Suryadi Abdullah dan ibunya Maryana M Amin.

“Saat ke Jepang, saya masih melanjutkan pendidikan S1 di Ilmu Keperawatan UMMAH, tapi tinggal seminar skripsi,” katanya, Rabu (26/6/2024).

“Sidang skripsi kemudian dilakukan daring dari Jepang pada 28 Agustus 2023,” lanjutnya.

Maryana M Amin menggantikan anaknya dalam prosesi wisuda
Maryana M Amin menggantikan anaknya dalam prosesi wisuda di UMMAH. Foto: Istimewa

Modal Reka bekerja di Jepang adalah ijazah D-III Keperawatan UMMAH yang saat itu masih bernama Akademi Keperawatan Muhammadiyah Bireuen.

Kisahnya, ia yang lulus D-III melanjutkan pendidikan S1. Di sela-sela itu, ia menyiapkan berkas sambil belajar bahasa Jepang. Ia mendaftar menjadi pekerja di Jepang melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) jalur mandiri.

Selain ijazah, syarat lain yang harus dipenuhi adalah lulus ujian bahasa Jepang. Karena yang dilamar perawat, jadi Reka juga harus mengantongi sertifikat perawat lansia bahasa Jepang.

Setelah dinyatakan lulus, Reka berangkat ke Jepang. Di sana, ia bekerja delapan jam dalam sehari. Salah satu tugasnya: memberi obat minum untuk pasien lanjut usia. “Lansia di Jepang jarang diinfus atau disuntik,” katanya.

Sebagai alumnus UMMAH, Reka berpesan agar para mahasiswa tetap semangat. Menurutnya, ilmu yang dipelajari di perkuliahan akan sangat bermanfaat—sebagaimana pengalamannya hingga kemudian bekerja di Jepang.

“Alhamdulillah tidak ada hambatan sama sekali untuk bisa berkarier di tingkat internasional. Saya sangat bersyukur jadi alumnus Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh. Bahkan, saya ke Jepang dengan ijazah D-III,” katanya.

Harapan Reka, UMMAH semakin maju dan banyak mahasiswa yang akan berkiprah di luar negeri. “Mengingat peluang kerja di luar negeri sekarang terbuka luas,” katanya.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UMMAH, Firmawati S.Psi M.Pd menjelaskan, kampus itu gabungan antara (AKPER) Muhammadiyah Bireuen, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Aceh Tengah, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Harapan Bangsa Banda Aceh, dan Sekolah Tinggi Ilmu Psikologi (STIP) Harapan Bangsa Banda Aceh.

Sejak diresmikan pada 2022 lalu, kini UMMAH telah memiliki alumni 139 orang.

“Saya merasa bangga ketika semakin banyak alumni yang lulus dari UMMAH, bahkan telah mampu bersaing di dunia kerja tingkat Internasional, seperti Reka Desiana,” katanya.

Memiliki 14 program studi, Firma meyakini UMMAH akan melahirkan alumni-alumni berprestasi. Terlebih, kampus ini punya prodi Pendidikan Khusus. “Di Aceh, prodi ini hanya terdapat di UMMAH,” kata Firma.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News



Artikel Terbaru

Pj Sekda Azwardi Serahkan Piala Juara Umum POPDA XVII untuk Kota Banda Aceh

Kontingen Kota Banda Aceh keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh...

Kakanwil Kemenag Aceh: Asuransi Jiwa Ditransfer Langsung ke Rekening Jemaah Haji

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Azhari, mengatakan bahwa klaim asuransi jiwa...

Jemaah Haji Asal Aceh Meninggal di Tanah Suci Bertambah Lagi Jadi 13 Orang

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Seorang jemaah haji asal Aceh kembali dilaporkan meninggal dunia...

Pengemis di Aceh Curi Tas Berisi Rp16,9 Juta, Uang Dipakai untuk Bayar Utang

Pengemis di Aceh berinisial EL (43 tahun) diduga mencuri tas berisi Rp16,9 juta. Uang...

Ratusan Jemaah Haji Kloter Dua Aceh Tiba di Tanah Air

Sebanyak 388 jemaah haji Aceh yang tergabung kelompok terbang (kloter) kedua tiba dengan selamat...

More like this

Pj Sekda Azwardi Serahkan Piala Juara Umum POPDA XVII untuk Kota Banda Aceh

Kontingen Kota Banda Aceh keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh...

Kakanwil Kemenag Aceh: Asuransi Jiwa Ditransfer Langsung ke Rekening Jemaah Haji

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Azhari, mengatakan bahwa klaim asuransi jiwa...

Jemaah Haji Asal Aceh Meninggal di Tanah Suci Bertambah Lagi Jadi 13 Orang

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Seorang jemaah haji asal Aceh kembali dilaporkan meninggal dunia...