Kamis, April 25, 2024
More
    BerandaNewsFatwa MPU Aceh: Zat Berbahaya Haram Dipakai di Makanan hingga Kosmetik

    Fatwa MPU Aceh: Zat Berbahaya Haram Dipakai di Makanan hingga Kosmetik

    Published on

    Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh memfatwakan bahwa zat berbahaya hukumnya haram dipakai di makanan, obat-obatan, dan kosmetik. Fatwa ini diputuskan dalam sidang di gedung Teungku Abdullah Ujong Rimba MPU Aceh, Rabu (26/7/2023).

    Putusan itu termasuk dalam Fatwa MPU Aceh Tahun 2023 tentang Penggunaan dan Pembuangan Zat Berbahaya dalam Perspektif Hukum Islam, Hukum Positif dan Kesehatan.

    Pelaksana Tugas Kepala Sekretariat MPU Aceh Zulkarnaini mengatakan arti zat berbahaya dalam fatwa adalah bahan berbahaya dan beracun atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya baik secara langsung ataupun tidak dapat mencemarkan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

    “Pembuangan zat yang berbahaya, limbah dan sampah yang dapat mencemarkan udara, air dan tanah di luar fasilitas yang dibenarkan adalah hukumnya haram,” kata Zulkarnaini saat membaca putusan fatwa.

    Namun, fatwa MPU Aceh membolehkan penggunaan zat berbahaya untuk kepentingan medis, makanan, obat-obatan, kosmetik, dan lainnya jika sesuai kadar yang ditetapkan para ahlinya.

    “Menjaga dan mencegah dari penggunaan dan pembuangan zat berbahaya, limbah, dan sampah yang dapat merusak agama, jiwa, harta, akal dan keturunan hukumnya wajib,” katanya.

    Saat menutup Sidang Paripurna IV itu, Wakil Ketua MPU Aceh, Teungku Hasbi Albayuni atau yang akrab disapa Abi Bayu berharap fatwa MPU Aceh ini bisa bermanfaat bagi semua pihak.

    “Tentunya kita berharap apa yang telah dihasilkan ini bermanfaat bagi kita semua, bagi pemerintah dan masyarakat Aceh,” ujar Abi Bayu.

    Selain itu, MPU Aceh mengeluarkan tausiyah. Misalnya, meminta kepada pemerintah Aceh dan pemerintah kab/kota memperketat pengawasan penggunaan bahan/zat yang berbahaya oleh perusahaan dan industri.

    Ulama juga meminta masyarakat untuk membuang limbah, sampah, dan zat yang berbahaya pada tempat yang telah disediakan. Adapun kepada akademisi, khatib, dan pihak terkait diharapkan giat menyosialisasikan bahaya penggunaan dan pembuangan zat berbahaya dan beracun serta manfaat hidup bersih dan sehat.[]

    Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


    Artikel Terbaru

    Jelang PON XXI, Irjen Kemendagri Ingatkan Pemerintah Aceh ‘Sedia Payung Sebelum Hujan’

    Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI Komjen Pol Tomsi Tohir Balauw mengingatkan Seluruh...

    Prabowo-Gibran Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pilpres 2024

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menetapkan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto...

    Erick Thohir Pastikan Nathan Bisa Perkuat Timnas Lawan Korsel: Diizinkan SC Heerenveen

    (Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengumumkan kabar baik bahwa klub SC Heerenveen akhirnya mengizinkan...

    Bidan Desa di Banda Aceh dan Aceh Besar Dibekali Pelatihan Peningkatan Imunisasi Anak

    Bidan desa di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dibekali pelatihan peningkatan imunisasi...

    Pendaftaran PPK Pilkada 2024 Resmi Dibuka, Simak Jadwal dan Syaratnya

    Pendaftaran rekrutmen calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024...

    More like this

    Jelang PON XXI, Irjen Kemendagri Ingatkan Pemerintah Aceh ‘Sedia Payung Sebelum Hujan’

    Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI Komjen Pol Tomsi Tohir Balauw mengingatkan Seluruh...

    Prabowo-Gibran Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pilpres 2024

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menetapkan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto...

    Erick Thohir Pastikan Nathan Bisa Perkuat Timnas Lawan Korsel: Diizinkan SC Heerenveen

    (Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengumumkan kabar baik bahwa klub SC Heerenveen akhirnya mengizinkan...