Sabtu, April 13, 2024
More
    BerandaNewsFatwa MPU Aceh: Pembegalan Haram dan Dosa Besar

    Fatwa MPU Aceh: Pembegalan Haram dan Dosa Besar

    Published on

    Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh memfatwakan pembegalan haram dan tergolong dosa besar. Hukum tersebut diputuskan dalam sidang paripurna di gedung Tgk Abdullah Ujong Rimba, kompleks MPU Aceh, Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (28/2/2024).

    MPU Aceh menjelaskan pembegalan adalah suatu kejahatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan melakukan teror, pengancaman jiwa, perampasan atau perampokan harta.

    “Pembegalan hukumnya haram dan termasuk dosa besar bagi para mukallaf,” demikian bunyi salah satu poin fatwa yang dibacakan Rizal Fahlefi, Kepala Bagian Umum MPU Aceh.

    Selain itu, perundungan dan tawuran hukumnya juga haram. Selanjutnya pembegalan yang dilakukan oleh mukallaf disanksi dengan hukuman had, dan takzir jika pembegalan tanpa membunuh dan mengambil harta.

    “Pembegalan yang dilakukan oleh anak yang belum baligh disanksi dengan hukuman takzir. Segala bentuk kerugian yang ditimbulkan akibat pembegalan, perundungan dan tawuran wajib ditanggung oleh pelaku atau walinya,” katanya.

    MPU meminta pemerintah Aceh wajib merumuskan regulasi yang mengatur upaya pencegahan dan sanksi bagi pelaku kejahatan pembegalan, perundungan dan tawuran. Pemerintah Aceh juga wajib menyediakan lembaga pembinaan alternatif terhadap anak-anak yang terlibat kejahatan pembegalan, perundungan, dan tawuran.

    “Lembaga pendidikan wajib mengajarkan pendidikan akhlak dan moral yang dapat mencegah kejahatan pembegalan, perundungan dan tawuran. Setiap orang tua/wali wajib mendidik dan mencegah anaknya terlibat dalam kejahatan pembegalan, perundungan dan tawuran,” katanya.

    Wakil Ketua MPU Aceh Teungku Hasbi Albayuni berharap seluruh pihak, khususnya Anggota MPU Aceh, untuk dapat menyosialisasikan fatwa MPU Aceh ini agar bermanfaat bagi masyarakat.

    “Tentunya kita berharap semoga fatwa dan taushiyah ini bermanfaat, sekali pun tidak bermanfaat sekarang namun insyaallah apa yang telah dihasilkan oleh MPU daripada produk-produk hukum MPU semuanya bermanfaat insyaallah. Kita juga wajib menyosialisasikan semua produk hukum MPU,” katanya.

    Ia juga berterima kasih kepada seluruh ulama-ulama Anggota MPU Aceh yang telah mencurahkan pendapat dan sarannya sehingga menghasilkan fatwa dan tausiyah pada sidang perdana di tahun 2024 ini.[]

    Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

    Artikel Terbaru

    5.604 Narapidana di Aceh Dapat Remisi Khusus Idulfitri, Dua Napi Langsung Bebas

    Sebanyak 5.604 narapidana di Aceh mendapatkan remisi khusus atau pengurangan masa pidana dalam rangka...

    Liga 1 Kembali Bergulir 15 April 2024

    Lanjutan kompetisi sepak bola Liga 1 2023/24 dipastikan kembali bergulir pada 15 April 2024....

    Pj Gubernur Bersama Kepala SKPA Silaturahmi Idulfitri ke Forkopimda Aceh

    Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah bersama istri Mellani Bustami serta Pj Sekretaris Daerah Aceh...

    Suasana Idulfitri di Masjid Al-Falah Seoul, Masjid Indonesia Pertama di Korea Selatan

    Seperti umat muslim lainnya di seluruh dunia, Rabu (10/4/2024), ribuan muslim yang tinggal di...

    Gubernur dan Pejabat di Aceh Salat Idulfitri di Masjid Raya Baiturrahman

    Penjabat (Pj)  Gubernur Aceh Bustami Hamzah bersama Forkopimda Aceh dan ribuan masyarakat Banda Aceh,...

    More like this

    5.604 Narapidana di Aceh Dapat Remisi Khusus Idulfitri, Dua Napi Langsung Bebas

    Sebanyak 5.604 narapidana di Aceh mendapatkan remisi khusus atau pengurangan masa pidana dalam rangka...

    Liga 1 Kembali Bergulir 15 April 2024

    Lanjutan kompetisi sepak bola Liga 1 2023/24 dipastikan kembali bergulir pada 15 April 2024....

    Pj Gubernur Bersama Kepala SKPA Silaturahmi Idulfitri ke Forkopimda Aceh

    Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah bersama istri Mellani Bustami serta Pj Sekretaris Daerah Aceh...