BerandaNewsKilasDosen UIN Ar-Raniry Jadi Narasumber dalam Konferensi Internasional Global China

Dosen UIN Ar-Raniry Jadi Narasumber dalam Konferensi Internasional Global China

Published on

Dosen sekaligus Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad mewakili Indonesia untuk mengikuti Konferensi Internasional di Universitas Hong Kong tentang Global China in A Religious World, pada 17-18 Agustus 2023.

Konferensi ini merupakan hasil kerja sama antara Hong Kong Institute for the Humanities and Social Sciences (The University of Hong Kong), Asia Research Institute (NUS, Singapura), dan Center for Global Asia (NYU Shanghai).

Para sarjana yang datang berbagai negara, membentangkan hasil fokus kajian mereka tentang studi China yang diharapkan mampu menyentuh beberapa aspek dari tujuan konferensi ini, yaitu; sirkulasi penetrasi jaringan, personel dan praktik keagamaan antara China dan negara lain, termasuk negara-negara BRI (Belt and Road Initiative) dan sekitarnya, termasuk melalui migrasi, perdagangan, atau gerakan misionaris.

Para pemakalah juga membahas isu-isu tentang keterikatan agama dan tanggapan terhadap proyek infrastruktur yang diinvestasikan China; wacana, identitas, dan imajinasi keagamaan dan peradaban yang berkembang sebagai konsekuensi dari hubungan yang semakin intensif antara China dan negara lain; pengelolaan dan kontrol negara, baik oleh China atau negara lain, terhadap peningkatan aliran agama dalam konteks sekuritisasi dan ketegangan geopolitik; faktor agama dalam politik nasional atau geopolitik yang melibatkan China.

Dalam kesempatan ini, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad (KBA) menyampaikan makalah tentang pengaruh transformasi budaya China dalam kehidupan relijiusitas masyarakat Indonesia, dengan melihat pada pengaruh film-film China yang diputar di Indonesia. Adapun judul makalah tersebut adalah ‘I Love King Hustle Movie: How the Transformation of Chinese Religiosity Affects Indonesian Culture’.

“Tujuan utama dari paparan ini adalah memperlihatkan pengaruh film-film China di Indonesia, sejak era 1980-an,” kata KBA dalam keterangannya.

Menurutnya, kemunculan film-film China merubah cara pandang masyarakat Indonesia terhadap China, kendati isi film kadang tidak sesuai dengan acara agama di Indonesia. Misalnya, film tentang Dewa Judi yang menampilkan kehebatan penjudi China, walaupun sebenarnya judi dilarang dalam seluruh agama di Indonesia. Demikian pula, film-film yang membawa pesan moral dan nilai yang menampilkan kehidupan para biksu di Padepokan Shaolin.

Kendati film-film terkadang menampilkan alur yang bersifat komedi, namun film-film China sarat dengan pesan moral. Dalam hal ini, KBA menjelaskan bagaimana dampak pemahaman masyarakat terhadap budaya China dari film Kera Sakti yang diputar oleh televisi swasta Indonesia. Film berseri ini mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Sementara itu, film Kung Fu Hustle merupakan salah satu film China yang selalu diputar di Indonesia. Film kungfu komedi menampilkan pesan moral dari seorang manusia biasa menjadi luar biasa, yang diperankan oleh Stephen Chow dan bintang-bintang ternama lainnya.

Film ini setiap tahun selalu diputar di televisi swasta, yang membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sangat meminati film ini. Film ini menggambarkan bagaimana campur tangan Budha di dalam membantu ‘manusia pilihan’ yang membela kebenaran. Film ini secara internasional mendapatkan keuntungan dan berbagai penghargaan.

KBA memandang film merupakan jembatan diplomasi kebudayaan yang berhasil dilakukan oleh pemerintah China. Pemahaman masyarakat terhadap identitas China tersampaikan dalam berbagai film yang selalu mendapatkan perhatian khusus masyarakat Indonesia. Bahkan, beberapa aktor China seperti Jet Lee, Jacky Chan, Andy Lau, dan beberapa nama lain, masih berada di dalam ingatan masyarakat Indonesia.

Isu Bahasan dalam Konferensi

Konferensi tersebut menghadirkan beberapa pembicara terkemuka dari beberapa negara, yaitu David A Palmer (The University of Hong Kong), Michel Chambon, Emily Hertzman (National University of Singapore), Tan Sen (NYU Shanghai), Manochehr Dorraj (Texas Christian University), Jian Xiakoun (Utrecht University), dan beberapa pembicara lainnya dari Afrika, Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Adapun wakil dari Indonesia 3 orang, selain Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, juga ada Harry Buwono (BRI), Krisharyanto Umbu Deta (Universitas Gadjah Mada).

Kawasan yang mendapatkan pengaruh dari strategi BRI China menjadi pusat perhatian dari sesi diskusi panel, seperti Afrika, Iran, Turki, Indonesia, Malaysia, Dunia Arab, Kamboja, Thailand, dan Filipina. Masing-masing pembicara menyajikan bagaimana interaksi global China dalam memuluskan strategi penguasaan ekonomi yang memiliki pengaruhnya pada kepercayaan dan keyakinan, baik bagi warga China sendiri maupun masyarakat setempat.

Adapun isu yang disentuh dalam beberapa sesi diskusi yaitu jaringan perdagangan halal, kemunculan imigran salafi China, kosmologi, fenomena konversi orang China yang masuk Islam di Dubai, dan jaringan penjualan pengobatan China di beberapa negara. Topik-topik yang menarik ini tentu memunculkan diskusi yang alot untuk melihat pengaruh investasi China di beberapa negara tersebut.

Acara konferensi Global China in a Religious World, akan diteruskan sesi secara online pada tanggal 22-23 Agustus yang diselenggarakan oleh Asia Research Institute, National University of Singapore) dan 27-28 Agustus Oktober diselenggarakan oleh Center for Global Asia, NYU Shanghai). Diharapkan akan banyak peserta yang hadir dari seluruh penjuru dunia, untuk membahas bagaimana dampak strategis investasi China dalam konteks program BRI pemerintah ini. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News



Artikel Terbaru

Pj Sekda Azwardi Serahkan Piala Juara Umum POPDA XVII untuk Kota Banda Aceh

Kontingen Kota Banda Aceh keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh...

Kakanwil Kemenag Aceh: Asuransi Jiwa Ditransfer Langsung ke Rekening Jemaah Haji

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Azhari, mengatakan bahwa klaim asuransi jiwa...

Jemaah Haji Asal Aceh Meninggal di Tanah Suci Bertambah Lagi Jadi 13 Orang

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Seorang jemaah haji asal Aceh kembali dilaporkan meninggal dunia...

Pengemis di Aceh Curi Tas Berisi Rp16,9 Juta, Uang Dipakai untuk Bayar Utang

Pengemis di Aceh berinisial EL (43 tahun) diduga mencuri tas berisi Rp16,9 juta. Uang...

Ratusan Jemaah Haji Kloter Dua Aceh Tiba di Tanah Air

Sebanyak 388 jemaah haji Aceh yang tergabung kelompok terbang (kloter) kedua tiba dengan selamat...

More like this

Pj Sekda Azwardi Serahkan Piala Juara Umum POPDA XVII untuk Kota Banda Aceh

Kontingen Kota Banda Aceh keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh...

Kakanwil Kemenag Aceh: Asuransi Jiwa Ditransfer Langsung ke Rekening Jemaah Haji

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Azhari, mengatakan bahwa klaim asuransi jiwa...

Jemaah Haji Asal Aceh Meninggal di Tanah Suci Bertambah Lagi Jadi 13 Orang

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Seorang jemaah haji asal Aceh kembali dilaporkan meninggal dunia...