Badan Wakaf Indonesia (BWI) menetapkan Aceh sebagai salah satu dari lima provinsi dengan tata kelola wakaf terbaik di Indonesia berdasarkan Indeks Wakaf Nasional (IWN) 2026. Dalam pengumuman yang disampaikan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BWI, Kamis (16/7/2026), Aceh menempati peringkat kelima dengan skor 0,492 dan meraih predikat “Sangat Baik”.
Hasil Indeks Wakaf Nasional (IWN) 2026 diumumkan dalam Rakernas BWI yang digelar secara daring pada 15-16 Juli 2026. Rakernas mengusung tema “Wakaf Berdampak dan Berkelanjutan” serta diikuti oleh pengurus BWI tingkat provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.
Dalam penutupan Rakernas, Wakil Ketua BWI, Dr. KH. Tatang Astaruddin, mengumumkan lima provinsi dengan nilai Indeks Wakaf Nasional terbaik tahun 2026.
Berikut urutan lengkapnya:
1. Jawa Tengah (0,588) – Sangat Baik
2. Riau (0,549) – Sangat Baik
3. Sumatera Barat (0,512) – Sangat Baik
4. Kalimantan Barat (0,497) – Sangat Baik
5. Aceh (0,492) – Sangat Baik
Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Aceh Dr. Zulfikar yang juga Sekretaris BWI Perwakilan Aceh, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih Aceh.
“Alhamdulillah, tadi telah diumumkan Aceh meraih peringkat ke-5 Indeks Wakaf Nasional 2026. Ini merupakan kabar yang sangat membanggakan sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola wakaf di Aceh,” ujar Zulfikar usai kegiatan Rakernas, Kamis, 16 Juli 2026.
Ketua BWI Perwakilan Aceh Prof. Fauzi Saleh menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus BWI di tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta seluruh stakeholder yang telah bersinergi dalam membangun dan mengembangkan perwakafan di Aceh.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus BWI, Kementerian Agama, Badan Pertanahan Nasional, pemerintah daerah, para nazhir, akademisi, dan seluruh mitra yang selama ini terus berkolaborasi dalam memperkuat tata kelola wakaf di Aceh,” kata Fauzi.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi BWI Aceh untuk terus meningkatkan pembinaan nazhir, mempercepat sertifikasi aset wakaf, memperkuat kelembagaan, serta mengembangkan wakaf produktif agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun selama ini terus diperkuat sehingga Aceh mampu meningkatkan capaian Indeks Wakaf Nasional pada tahun-tahun mendatang sekaligus semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu provinsi dengan tata kelola wakaf terbaik di Indonesia.
Fauzi mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pengurus BWI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem perwakafan yang semakin baik di Aceh.[]


