Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam memastikan seluruh kebutuhan pangan bagi warga terdampak banjir terpenuhi. Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Subulussalam, Ramadhan, saat dikonfirmasi acehkini pada Senin (8/12/2025).
Ramadhan menyebutkan bahwa hingga saat ini BPBD telah menyalurkan 49.330 kilogram beras untuk 2.787 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di sejumlah kecamatan di Kota Subulussalam.
“Bantuan beras telah terdistribusi untuk seluruh warga terdampak sesuai data yang kami terima dari gampong dan kecamatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dapur umum yang sebelumnya dioperasikan BPBD kini telah ditutup sejak tiga hari lalu. Penutupan dilakukan karena sebagian besar warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi mulai membaik.
Terkait sebaran wilayah terdampak, Ramadhan merincikan bahwa Kecamatan Rundeng menjadi wilayah paling parah dengan warga terdampak mencapai 7.087 jiwa dari 18 desa. Disusul Kecamatan Sultan Daulat dengan 3.622 jiwa dari 3 desa, serta Kecamatan Longkib sebanyak 499 jiwa dari 4 desa.
Selain beras, BPBD juga menyalurkan berbagai bantuan logistik tambahan, seperti susu, makanan ringan, ikan kaleng, serta roti-rotian untuk memenuhi kebutuhan gizi warga selama masa tanggap darurat.
Ramadhan menambahkan bahwa Pemerintah Kota Subulussalam turut memastikan ketersediaan air bersih bagi warga terdampak. Layanan penyediaan air bersih dilakukan bersama instansi terkait untuk mencegah potensi masalah kesehatan pascabanjir.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masa tanggap darurat banjir di Kota Subulussalam berlangsung sejak 27 November hingga 10 Desember 2025. Setelah masa tersebut berakhir, pemerintah kota akan mengusulkan masa transisi ke pemulihan pascabencana mulai 11 Desember 2025. []


