HomeNewsBanjir Bandang dan Longsor Rusak 225 Destinasi Wisata di Aceh, 162 Cagar...

Banjir Bandang dan Longsor Rusak 225 Destinasi Wisata di Aceh, 162 Cagar Budaya Terdampak

Published on

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 lalu meninggalkan dampak serius terhadap sektor pariwisata. Data Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh mencatat, hingga Selasa (13/1/2026), sedikitnya 225 destinasi wisata di berbagai kabupaten/kota mengalami kerusakan, bersamaan dengan 162 cagar budaya yang turut terdampak dengan tingkat kerusakan beragam.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh Murthalamuddin mengatakan, dari total destinasi wisata terdampak tersebut, 198 di antaranya mengalami rusak berat, sementara 18 rusak sedang dan 9 rusak ringan.

“Kerusakan paling banyak masuk kategori rusak berat dan tersebar di sejumlah daerah yang terdampak langsung banjir dan longsor,” kata Murthalamuddin, Rabu (14/1/2026).

Ia merinci, 9 destinasi wisata yang rusak ringan masing-masing tersebar di Kabupaten Aceh Utara (2 lokasi), Kota Langsa (1), Aceh Tengah (3), Subulussalam (1), dan Bireuen (2).

Sementara itu, 18 destinasi wisata rusak sedang terdapat di Aceh Utara (3), Lhokseumawe (4), Aceh Tengah (7), Subulussalam (1), Nagan Raya (1), Bener Meriah (1), dan Bireuen (1).

Adapun 198 destinasi wisata rusak berat paling banyak berada di Kabupaten Gayo Lues sebanyak 65 lokasi, disusul Aceh Tamiang (42), Bireuen (20), Bener Meriah (19), Pidie Jaya (13).

Kemudian, Aceh Singkil (10), Aceh Utara (8), Aceh Tengah (8), Aceh Timur (6), Aceh Tenggara (4), serta masing-masing satu lokasi di Langsa, Subulussalam, dan Aceh Barat.

Tak hanya sektor pariwisata, bencana banjir bandang dan longsor tersebut juga berdampak pada 162 cagar budaya di Aceh. Murthalamuddin menyebutkan, dari jumlah itu 56 mengalami rusak ringan, 90 rusak sedang, dan 16 rusak berat.

“Cagar budaya tersebut tersebar di berbagai kabupaten/kota yang terdampak bencana,” sebutnya.

Meski demikian, Murthalamuddin optimistis bahwa Aceh dapat segera bangkit pascabencana. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait tengah menyusun langkah-langkah pemulihan.

“Kami optimistis sektor pariwisata dan pelestarian cagar budaya Aceh bisa pulih. Penanganan darurat terus berjalan, dan selanjutnya akan difokuskan pada pemulihan yang berkelanjutan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal,” ujarnya. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

2.500 Peserta Ramaikan Fun Run 5K HUT ke-81 TNI Kodam IM di Banda Aceh

Sebanyak 2.500 peserta meramaikan Fun Run 5K yang digelar Kodam Iskandar Muda (IM) dalam...

Setelah Terputus akibat Banjir, Jembatan Kutablang Kembali Beroperasi

Jembatan Krueng Tingkeum atau Jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen kembali beroperasi untuk lalu lintas...

Sumur Minyak Masyarakat Aceh Masuk Babak Baru, Menteri ESDM Setujui Rekomendasi BPMA

Sumur minyak masyarakat di Aceh memasuki babak baru setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya...

23 Tahun Menanti, Aceh Kembali Masuk 4 Besar MTQ Nasional 2026

Kafilah Aceh kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menempati peringkat keempat pada Musabaqah...

PKB Subulussalam Siapkan Struktur Partai, Target Raih 4 Kursi DPRK pada 2029

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Subulussalam mulai memperkuat struktur partai...

More like this

2.500 Peserta Ramaikan Fun Run 5K HUT ke-81 TNI Kodam IM di Banda Aceh

Sebanyak 2.500 peserta meramaikan Fun Run 5K yang digelar Kodam Iskandar Muda (IM) dalam...

Setelah Terputus akibat Banjir, Jembatan Kutablang Kembali Beroperasi

Jembatan Krueng Tingkeum atau Jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen kembali beroperasi untuk lalu lintas...

Sumur Minyak Masyarakat Aceh Masuk Babak Baru, Menteri ESDM Setujui Rekomendasi BPMA

Sumur minyak masyarakat di Aceh memasuki babak baru setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya...