Senin, Maret 4, 2024
More
    BerandaGaya HidupWisataAcehkini Jalan-jalan:  Safranbolu, Kota Kuno di Turki yang Masih Lestari

    Acehkini Jalan-jalan:  Safranbolu, Kota Kuno di Turki yang Masih Lestari

    Published on

    Sebuah kota tua di Turki menarik dikunjungi. Wilayah itu merekam banyak kenangan kejayaan masa lalu. Simak laporan Rizqan Kamil untuk acehkini jalan-jalan berikut ini.

    Di wilayah tengah Turki, atau tepatnya berlokasi di Provinsi Karabuk, terdapat satu kota yang mencerminkan arsitektur kota klasik Ottoman yang menarik minat para turis. Bernama Safranbolu, kota ini adalah distrik bersejarah dan wisata utama di Karabuk.

    Lokasinya berada 231 kilometer (km) sebelah utara Ankara dan 90 km sebelah selatan Laut Hitam. Distrik Safranbolu dan pusat Kota Karabuk saling berdekatan, hanya berkisar 8 km dan bisa ditempuh dengan transportasi umum.

    Terkenal dengan rumah-rumah yang mencerminkan arsitektur kota Ottoman Klasik, Safranbolu telah masuk dalam daftar Warisan Dunia di Turki sejak 17 Desember 1994. Safranbolu mengambil namanya dari bunga “Saffron”, sebuah tanaman rempah mahal nan langka yang tumbuh di wilayah tersebut.

    Safranbolu berada di bawah kendali Ottoman untuk pertama kalinya pada pertengahan abad ke-14, hingga ditaklukkan sepenuhnya pada tahun 1416. Selama Kekaisaran Ottoman, Safranbolu mencapai tingkat budaya dan ekonomi tertinggi, terutama pada abad ke-17, ketika kota ini dijadikan pusat akomodasi di rute perdagangan jalur sutra Istanbul-Sinop. Pada periode yang sama, istana dan negarawan menambahkan identitas dan ciri khas Ottoman ke kota ini.

    Pasar di Safranbolu, Turki
    Suasana pasar di Safranbolu, Turki. Foto: Rizqan Kamil untuk acehkini

    Ada kekayaan budaya penting di kota ini, Terutama rumah-rumah terkenal Safranbolu yang dibangun dengan pengetahuan arsitektur serta mencerminkan sejarah, budaya, ekonomi, teknologi, dan gaya hidup masyarakat Turki abad ke-18 dan ke-19. Terdapat 1.008 dari sekitar 2.000 bangunan tradisional di kota Safranbolu yang telah didaftarkan dan dilindungi hukum.

    Pada tahun 1975, Dewan Tinggi untuk Perlindungan Aset Budaya dan Alam mendeklarasikan Safranbolu sebagai kawasan lindung perkotaan. Deklarasi ini menarik perhatian berbagai kalangan, utamanya akademisi. Kemudian minat ini menyebar ke luar Turki dari waktu ke waktu hingga menemukan momentumnya ketika diminati wisatawan.

    Pada awal tahun 90-an, daya minat berubah. Pembentukan fasilitas wisata kecil dan menengah dimulai, rumah-rumah besar yang ditinggalkan diubah oleh masyarakat menjadi bangunan seperti hotel dan restoran, begitu pula karya-karya monumental mulai dipugar dan kerajinan tangan yang terlupakan dihidupkan kembali.

    Jasa tur kemudian masuk, turut berpartisipasi dalam mengkomersilkan kota Safranbolu ke wisatawan luar negeri. Umumnya para penyedia jasa tur ini memanfaatkan nuansa jelajah kota tua, dimana para wisatawan dapat menelusuri gang-gang sempit dengan melihat barisan rumah-rumah Ottoman yang terpelihara dengan baik.

    Di sini juga para wisatawan dapat menikmati pameran-pameran griya yang memamerkan kerajinan-kerajinan lokal, seperti tembikar, tenun karpet, dan kerajinan kayu. Para wisatawan juga dapat masuk ke restoran-restoran unik yang disuguhi masakan lokal nan lezat.

    Safranbolu Turki
    Ciri khas bangunan di Safranbolu, Turki. Foto: Rizqan Kamil untuk acehkini

    Safranbolu memecahkan rekor kunjungan, berhasil menggaet 1,27 juta pengunjung pada tahun 2019. China adalah penyedia turis asing terbanyak ke Safranbolu dengan 52.320 wisatawan, diikuti Taiwan, Amerika Serikat serta beberapa negara lain.

    Musim semi dan musim panas adalah musim pariwisata terbaik di Safranbolu. Selama bulan-bulan ini, cuaca umumnya menyenangkan dengan suhu sedang dan curah hujan lebih sedikit dibandingkan musim lainnya.

    Penting untuk diperhatikan bahwa puncak musim uris di Safranbolu adalah selama bulan-bulan musim panas, terutama bulan Juli dan Agustus saat banyak orang pergi berlibur. []

    Wisatawan di Safranbolu
    Wisatawan di Safranbolu, Turki. Foto: Rizqan Kamil untuk acehkini
    Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


    Artikel Terbaru

    Rekapitulasi Suara di Aceh Tamiang Sempat Ricuh, Ketua Bawaslu Korban Pemukulan

    Hari pertama pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Aceh Tamiang sempat mengalami kericuhan. Ketua...

    FJL Aceh: Banyak Sampah Plastik Internasional di Pantai Balu, Pulo Aceh

    Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menemukan banyak sampah plastik dari berbagai negara mencemari pantai...

    Tokoh Partai Aceh Hasanuddin Sabon Meninggal Dunia

    Mantan Bendahara Umum Partai Aceh, Tgk Hasanuddin Sabon (54 tahun) meninggal dunia di Rumah...

    Dandhy Laksono Berkisah di Balik Dirty Vote saat Diskusi di AJI Banda Aceh

    Sutradara dokumenter Dirty Vote, Dandhy Laksono berbagi kisah di balik layar film yang telah...

    APBA 2024 Belum Disetujui DPRA, Gubernur Aceh Terbitkan Pergub

    Anggaran Pendapatan dan Balanja Aceh (APBA) 2024 belum mendapatkan persetujuan bersama dari Pemerintah dan...

    More like this

    Rekapitulasi Suara di Aceh Tamiang Sempat Ricuh, Ketua Bawaslu Korban Pemukulan

    Hari pertama pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Aceh Tamiang sempat mengalami kericuhan. Ketua...

    FJL Aceh: Banyak Sampah Plastik Internasional di Pantai Balu, Pulo Aceh

    Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menemukan banyak sampah plastik dari berbagai negara mencemari pantai...

    Tokoh Partai Aceh Hasanuddin Sabon Meninggal Dunia

    Mantan Bendahara Umum Partai Aceh, Tgk Hasanuddin Sabon (54 tahun) meninggal dunia di Rumah...