Menjelang akhir perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatra Utara yang akan berlangsung hingga 20 September, Penjabat Gubernur Aceh Safrizal mengatakan pertimbangan terkait modifikasi cuaca untuk memastikan kelancaran.
Sebab, beberapa pertandingan dalam dua hari ini tertunda karena hujan deras dan angin kencang.
Ditemui jurnalis di kompleks Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Selasa (17/9/2024) sore, Safrizal menjelaskan tengah melakukan konsultasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat untuk mengatasi masalah cuaca yang mengganggu jalannya pertandingan.
“Kita kemarin melakukan modifikasi cuaca ya, nanti kami konsultasikan dengan pihak Kemenpora dan KONI pusat karena ini tinggal beberapa hari,” ujar Safrizal.
Selain itu, Safrizal menambahkan bahwa salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menunda beberapa pertandingan ke waktu yang lebih aman dari hujan, seperti malam hari.
“Apakah cukup dengan menunda beberapa pertandingan misalnya ke malam hari, atau ke waktu-waktu yang tidak ada hujan,” katanya.
Jika situasi cuaca tidak kunjung membaik, Safrizal juga mengindikasikan kemungkinan untuk melakukan modifikasi cuaca lebih lanjut, termasuk penerapan pernyataan darurat jika diperlukan.
“Kalau misalnya terpaksa melakukan modifikasi cuaca, kami akan siapkan pernyataan darurat siaga darurat untuk modifikasi cuaca untuk dilaksanakan. Tapi tunggu perkembangan nanti malam bisa ditangani atau tidak,” katanya.
Sebelumnya, menjelang pembukaan PON yang digelar Senin (9/9/2024) malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Aceh melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca mengantisipasi potensi hujan di sejumlah wilayah di Aceh.
Namun, beberapa hari terakhir hujan deras mulai mengguyur kawasan venue PON, seperti di Banda Aceh dan Aceh Besar. Akibatnya, beberapa pertandingan harus ditunda.[]


