HomeNewsFatwa MPU Aceh: Zat Berbahaya Haram Dipakai di Makanan hingga Kosmetik

Fatwa MPU Aceh: Zat Berbahaya Haram Dipakai di Makanan hingga Kosmetik

Published on

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh memfatwakan bahwa zat berbahaya hukumnya haram dipakai di makanan, obat-obatan, dan kosmetik. Fatwa ini diputuskan dalam sidang di gedung Teungku Abdullah Ujong Rimba MPU Aceh, Rabu (26/7/2023).

Putusan itu termasuk dalam Fatwa MPU Aceh Tahun 2023 tentang Penggunaan dan Pembuangan Zat Berbahaya dalam Perspektif Hukum Islam, Hukum Positif dan Kesehatan.

Pelaksana Tugas Kepala Sekretariat MPU Aceh Zulkarnaini mengatakan arti zat berbahaya dalam fatwa adalah bahan berbahaya dan beracun atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya baik secara langsung ataupun tidak dapat mencemarkan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Pembuangan zat yang berbahaya, limbah dan sampah yang dapat mencemarkan udara, air dan tanah di luar fasilitas yang dibenarkan adalah hukumnya haram,” kata Zulkarnaini saat membaca putusan fatwa.

Namun, fatwa MPU Aceh membolehkan penggunaan zat berbahaya untuk kepentingan medis, makanan, obat-obatan, kosmetik, dan lainnya jika sesuai kadar yang ditetapkan para ahlinya.

“Menjaga dan mencegah dari penggunaan dan pembuangan zat berbahaya, limbah, dan sampah yang dapat merusak agama, jiwa, harta, akal dan keturunan hukumnya wajib,” katanya.

Saat menutup Sidang Paripurna IV itu, Wakil Ketua MPU Aceh, Teungku Hasbi Albayuni atau yang akrab disapa Abi Bayu berharap fatwa MPU Aceh ini bisa bermanfaat bagi semua pihak.

“Tentunya kita berharap apa yang telah dihasilkan ini bermanfaat bagi kita semua, bagi pemerintah dan masyarakat Aceh,” ujar Abi Bayu.

Selain itu, MPU Aceh mengeluarkan tausiyah. Misalnya, meminta kepada pemerintah Aceh dan pemerintah kab/kota memperketat pengawasan penggunaan bahan/zat yang berbahaya oleh perusahaan dan industri.

Ulama juga meminta masyarakat untuk membuang limbah, sampah, dan zat yang berbahaya pada tempat yang telah disediakan. Adapun kepada akademisi, khatib, dan pihak terkait diharapkan giat menyosialisasikan bahaya penggunaan dan pembuangan zat berbahaya dan beracun serta manfaat hidup bersih dan sehat.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh, Wagub Fadhlullah Minta Jaga Integritas dan Komunikasi

Pergantian pucuk birokrasi Pemerintah Aceh bergulir. Taufik, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat...

Tiketpersiraja.id Resmi Diluncurkan, Tiket Persiraja Musim 2026/2027 Tak Perlu Ditukar Gelang

Persiraja Banda Aceh resmi meluncurkan Tiketpersiraja.id sebagai platform pembelian tiket online untuk kompetisi Pegadaian...

Sekda Aceh Berganti, Mualem Pastikan Pengganti M Nasir Sudah Ada

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem membenarkan pemberhentian M Nasir, S.IP., MPA., dari jabatan...

BPMA Percepat Legalitas Sumur Minyak Masyarakat, Dorong Produksi dan Ekonomi Daerah

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mempercepat penataan dan legalisasi sumur minyak masyarakat di Aceh...

Aceh Jadi Wilayah Tematik KKI 2026, UMKM Didorong Bangkit dan Berdaya Saing

Aceh menjadi wilayah tematik dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank...

More like this

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh, Wagub Fadhlullah Minta Jaga Integritas dan Komunikasi

Pergantian pucuk birokrasi Pemerintah Aceh bergulir. Taufik, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat...

Tiketpersiraja.id Resmi Diluncurkan, Tiket Persiraja Musim 2026/2027 Tak Perlu Ditukar Gelang

Persiraja Banda Aceh resmi meluncurkan Tiketpersiraja.id sebagai platform pembelian tiket online untuk kompetisi Pegadaian...

Sekda Aceh Berganti, Mualem Pastikan Pengganti M Nasir Sudah Ada

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem membenarkan pemberhentian M Nasir, S.IP., MPA., dari jabatan...