Persiraja Banda Aceh dijatuhi sanksi denda Rp95 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI menyusul sejumlah pelanggaran dalam pertandingan melawan Sumsel United pada pekan keempat Pegadaian Championship 2026/27 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Jumat, 2 Oktober 2026.
Sanksi tersebut terdiri atas denda Rp75 juta untuk klub akibat tiga pelanggaran yang melibatkan suporter serta denda Rp20 juta kepada panitia pelaksana pertandingan karena tidak menyediakan pengawalan kepulangan perangkat pertandingan dari stadion menuju hotel.
Selain sanksi terhadap klub dan panitia pelaksana pertandingan, pemain Persiraja, Faris Adit Saputra, juga dijatuhi hukuman tambahan larangan bermain sebanyak dua pertandingan dan denda Rp5 juta.
Berdasarkan keputusan Komdis PSSI yang dirilis di laman resmi PSSI pada 13 Oktober 2026, Faris dinyatakan melakukan pelanggaran serius berupa menginjak pemain lawan sehingga mendapat kartu merah langsung dalam pertandingan tersebut.
Adapun denda Rp75 juta terhadap Persiraja terdiri atas tiga jenis pelanggaran suporter. Pertama, klub didenda Rp15 juta karena terdapat suporter yang meneriakkan yel-yel bernada provokatif dan menghina perangkat pertandingan di seluruh tribun.
Kedua, Persiraja dijatuhi denda Rp30 juta atas insiden pembakaran satu buah spanduk oleh suporter di Tribun Utara.
Ketiga, klub kembali dikenai denda Rp30 juta setelah lima orang suporter memasuki area lapangan dari Tribun Utara seusai pertandingan berakhir.
Sementara itu, panitia pelaksana pertandingan Persiraja didenda Rp20 juta karena tidak menyediakan pengawalan kepulangan perangkat pertandingan dari stadion menuju hotel.
Menanggapi sanksi tersebut, Manajer Persiraja, Ridha Mafdhul Gidong, mengatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan aspirasi dari seluruh elemen suporter. Namun, ia menyayangkan apabila penyampaian aspirasi justru berujung pada kerugian bagi tim.
“Persiraja menerima kritikan dari seluruh elemen suporter. Namun, kami berharap dalam menyampaikan aspirasi tidak sampai merugikan tim,” ujar Gidong dalam keterangan pers, Rabu, 14 Oktober 2026.
Ia mengajak seluruh elemen suporter untuk bersama-sama menjaga Persiraja dengan menciptakan suasana pertandingan yang aman dan tertib selama kompetisi Pegadaian Championship 2026/27.
“Mari sama-sama menjaga. Apalagi selama ini komunikasi manajemen tim Persiraja dengan suporter berjalan harmonis,” katanya.
Gidong berharap dukungan suporter tetap menjadi kekuatan bagi Laskar Rencong dalam mengarungi kompetisi musim ini. Menurutnya, dukungan positif sangat dibutuhkan tim, baik ketika bermain di kandang maupun saat menjalani pertandingan tandang.
“Sanksi ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan untuk menjaga ketertiban dan keamanan di stadion,” ujarnya.
Klub, panitia pelaksana, dan suporter diharapkan dapat memperkuat kerja sama demi menciptakan suasana pertandingan yang kondusif, sehingga Persiraja dapat fokus menjalani kompetisi Pegadaian Championship 2026/27.


