HomeNews7 Akademisi Aceh Masuk World’s Top 2% Scientists 2026

7 Akademisi Aceh Masuk World’s Top 2% Scientists 2026

Published on

Tujuh akademisi dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026. Mereka berasal dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari kedokteran, perikanan, kimia, dan teknik hingga hukum.

Dari tujuh akademisi tersebut, lima berasal dari USK dan dua lainnya dari UIN Ar-Raniry. Salah satu akademisi UIN Ar-Raniry yang masuk dalam daftar tersebut adalah Prof. Muhammad Siddiq Armia dari Fakultas Syariah dan Hukum. Berdasarkan pengolahan data TOPSCINET 2026, ia menempati peringkat ke-67 dunia pada subbidang Law.

Sementara itu, Prof. Mursyid Djawas, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, menempati peringkat ke-361 dunia pada subbidang History. Capaian keduanya menambah catatan kontribusi akademisi UIN Ar-Raniry dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.

7 Akademisi Aceh Masuk World’s Top 2% Scientists 2026
Dua akademisi UIN Ar-Raniry yang masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026.

Dari USK, dr. Harapan, Ph.D., dari Fakultas Kedokteran menempati peringkat ke-488 dunia pada subbidang General & Internal Medicine. Selanjutnya, Prof. Muchlisin Z.A. dari Fakultas Kelautan dan Perikanan berada di peringkat ke-536 dunia pada subbidang Fisheries.

Akademisi USK lainnya, Prof. M. Faisal dari Fakultas Teknik, menempati peringkat ke-1.366 dunia pada subbidang General Chemistry. Prof. Samsul Rizal, juga dari Fakultas Teknik, berada di peringkat ke-2.309 dunia pada subbidang Polymers. Sementara itu, Prof. Rinaldi Idroes dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menempati peringkat ke-4.085 dunia pada subbidang Mechanical Engineering & Transports.

Masuknya lima akademisi USK dan dua akademisi UIN Ar-Raniry dalam daftar tersebut menunjukkan keterwakilan perguruan tinggi Aceh dalam berbagai disiplin ilmu.

Daftar World’s Top 2% Scientists disusun menggunakan indikator bibliometrik untuk mengukur pengaruh karya ilmiah seorang peneliti. Indikator yang digunakan antara lain jumlah sitasi publikasi, indeks H (H-index), serta sejumlah ukuran bibliometrik terstandarisasi yang menggambarkan produktivitas dan dampak penelitian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Pemeringkatan ini mencakup dua kategori utama, yakni dampak ilmiah sepanjang karier (career-long impact) dan dampak sitasi tahunan (single-year impact). Kategori pertama menggambarkan pengaruh karya ilmiah peneliti selama perjalanan kariernya, sedangkan kategori kedua berfokus pada dampak sitasi dalam periode tahunan tertentu.

Daftar tersebut diterbitkan oleh Elsevier berdasarkan metodologi bibliometrik yang dikembangkan bersama sejumlah peneliti, termasuk John P. A. Ioannidis dari Stanford University. Penilaian tidak hanya melihat jumlah publikasi, tetapi juga mempertimbangkan pengaruh karya ilmiah berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam metodologi pemeringkatan.

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Kunjungi PGE, Mawardi Nur Tekankan Produksi Migas dan Manfaat bagi Masyarakat Aceh

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama jajaran Board of Commissioners (BOC) dan Board of...

Dek Fadh, Abu Paya Pasi, dan Ketua DPR Aceh Temui Menko Polkam Dudung Abdurachman

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), ulama kharismatik Abu Paya Pasi, dan Ketua DPR...

Mualem Tinjau Pemulihan Aceh Tamiang, dari Huntap dan Air Bersih hingga Bantuan Petani

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meninjau sejumlah sektor pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh...

Mualem Lantik Taufik sebagai Pj Sekda Aceh di Medan, Ini Alasannya

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem melantik Taufik, S.T., M.Si., sebagai Penjabat Sekretaris Daerah...

HMI Bireuen Perkuat Kader Lewat Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen menggelar kegiatan Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam...

More like this

Kunjungi PGE, Mawardi Nur Tekankan Produksi Migas dan Manfaat bagi Masyarakat Aceh

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama jajaran Board of Commissioners (BOC) dan Board of...

Dek Fadh, Abu Paya Pasi, dan Ketua DPR Aceh Temui Menko Polkam Dudung Abdurachman

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), ulama kharismatik Abu Paya Pasi, dan Ketua DPR...

Mualem Tinjau Pemulihan Aceh Tamiang, dari Huntap dan Air Bersih hingga Bantuan Petani

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meninjau sejumlah sektor pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh...