TNI Angkatan Darat (AD) mempercepat pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara. Jembatan 248 meter di atas Sungai Alas ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Dansubsatgas Jembatan sekaligus Danrindam IM, Brigjen TNI Ali Imran, menjelaskan bahwa infrastruktur jembatan gantung ini sangat vital bagi mobilitas warga lokal. Wilayah ini sebelumnya tidak memiliki akses penyeberangan, sementara kondisi Sungai Alas kian meluas akibat tergerus arus deras pascabanjir dan tanah longsor pada akhir tahun 2025 lalu.
“Jembatan ini nantinya akan menjadi urat nadi yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara, tepatnya antara Desa Kumbang Jaya di Kecamatan Badar dan Desa Gulo di Kecamatan Darul Hasanah,” katanya Ahad (12/7/2026).
Penduduk di Kecamatan Darul Hasanah berjumlah sekitar 15 ribu jiwa. Infrastruktur ini dinilai sangat dibutuhkan. “Semoga jembatan ini nantinya bermanfaat bagi masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, pendidikan anak sekolah, hingga pemulihan ekonomi,” tambah Brigjen TNI Ali Imran.
TNI Ali Imran juga menegaskan, bahwa pengerjaan ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo melalui Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Dansatgas Jembatan.
Di lokasi yang sama, Dandim 0108/Agara Letkol Czi Arya Murdyantoro menyampaikan bahwa seluruh personel di lapangan terus mengebut pengerjaan fisik jembatan meski dihadapkan pada medan yang berat.
“Pengerjaan jembatan ini tetap kami kebut. Memang terdapat sejumlah hambatan, terutama akses menuju lokasi yang cukup jauh dan sulit dijangkau. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami,” tegas Letkol Czi Arya.
Melalui sinergi solid dan gotong royong antara personel TNI Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat, pembangunan jembatan gantung perintis ini diharapkan selesai tepat waktu agar bisa segera digunakan secara luas oleh masyarakat. []


