HomeNewsFotografer Aceh Riska Munawarah Tembus Program Bergengsi World Press Photo

Fotografer Aceh Riska Munawarah Tembus Program Bergengsi World Press Photo

Published on

Fotografer jurnalis asal Banda Aceh, Riska Munawarah, terpilih sebagai salah satu peserta Joop Swart Masterclass 2026, program pendidikan fotografi dan fotojurnalistik bergengsi yang diselenggarakan oleh World Press Photo. Dari sekitar 200 fotografer yang dinominasikan dari berbagai negara, hanya 13 peserta yang terpilih untuk mengikuti program tersebut.

Pencapaian tersebut menjadikan Riska Munawarah sebagai perempuan pertama dari Indonesia yang berhasil lolos dan mengikuti program bergengsi tersebut sejak pertama kali digelar pada 1994.

“Saya dinominasikan melalui PannaFoto Institute, alhamdulillah, bisa berada di antara 13 fotografer terpilih dari seluruh dunia. Proses seleksinya sangat ketat, sehingga pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus menghasilkan karya-karya visual dan berdampak,” kata Riska yang juga pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh, Rabu (3/6/2026).

Berbekal pengalaman sebagai jurnalis, Riska mengembangkan pendekatan penceritaan visual yang kuat melalui karya-karya fotografi dokumenternya.

“Sebagai fotografer yang berasal dari Aceh, saya ingin membawa cerita-cerita dari daerah saya ke panggung internasional. Banyak isu sosial, budaya, dan kemanusiaan yang penting untuk didokumentasikan dan diketahui publik yang lebih luas,” ujar fotogrefer perempuan Aceh itu.

Joop Swart Masterclass merupakan program pendidikan unggulan World Press Photo yang dirancang untuk fotografer dengan pengalaman sekitar lima hingga sepuluh tahun.

Program ini bertujuan membantu peserta mengembangkan proyek jangka panjang, memperkuat visi visual, serta membangun karier profesional di bidang fotografi dokumenter dan fotojurnalistik.

Proses seleksi program tersebut berlangsung ketat. Peserta tidak dapat mendaftar secara terbuka, melainkan harus terlebih dahulu dinominasikan oleh panel nominator internasional.

Setelah itu, mereka diwajibkan mengirimkan portofolio, proposal proyek, curriculum vitae, serta esai motivasi untuk dievaluasi oleh komite independen.

Dari sekitar 200 fotografer yang dinominasikan dari berbagai negara, hanya 13 peserta yang terpilih untuk mengikuti Joop Swart Masterclass 2026. Riska menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang masuk dalam daftar peserta tahun ini.

Selain Riska, peserta lain berasal dari Palestina, Guatemala, Sudan, Bangladesh, Republik Demokratik Kongo, Mesir, Ukraina, Kolombia, Iran, dan Kanada. Seleksi dilakukan oleh panel independen yang terdiri dari fotografer dan editor internasional, yakni Amaa Mahmoodian, Amr Alfiky, Joshirwandi, Seba Chaudhry, dan Virginia Lozano.

Program Joop Swart Masterclass 2026 akan berlangsung selama satu tahun. Mulai Juni mendatang, para peserta akan mengikuti rangkaian bimbingan daring untuk mengembangkan proyek pribadi mereka dengan pendampingan mentor internasional. Kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan masterclass tatap muka di Kairo pada November 2026 yang mencakup lokakarya, kuliah umum, kunjungan lapangan, serta presentasi karya.

Program akan ditutup pada November hingga Desember 2026 melalui presentasi pasca-masterclass, di mana para peserta membagikan hasil karya dan pengalaman mereka kepada komunitas fotografi di negara masing-masing.

Terpilihnya Riska Munawarah menjadi peserta Joop Swart Masterclass 2026 tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menandai kehadiran fotografer perempuan Indonesia di salah satu forum pendidikan fotografi paling bergengsi di dunia. Prestasi tersebut sekaligus membuka peluang lebih luas bagi karya-karya visual dari Aceh dan Indonesia untuk dikenal di tingkat internasional.

“Saya berharap keikutsertaan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga dapat menginspirasi lebih banyak perempuan Indonesia untuk berkarier dan berkarya di bidang fotografi dokumenter serta fotojurnalisme,” ujar Riska.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Sekda Apresiasi Peluncuran Buku Polda Aceh Meutuah

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri peluncuran buku “Polda Aceh Meutuah” yang digelar...

Kak Na Gelar Open House Iduladha Perdana di Pedalaman Aceh Barat, Serap Aspirasi Warga

Suasana Iduladha di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, terasa berbeda tahun ini....

Muslim Aid dan YKMI Salurkan 19 Sapi Qurban untuk 2.769 Warga Rentan di Aceh Timur

Muslim Aid bersama Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) menyalurkan 19 ekor sapi qurban kepada...

Sekda Aceh Minta SKPA Percepat Realisasi Anggaran, Serapan APBA 2026 Capai Rp3,5 T

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) mempercepat...

Ribuan Jamaah Salat Iduladha di Masjid Raya Baiturrahman, Khutbah Disampaikan Abi Anwar Kuta Krueng

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan...

More like this

Sekda Apresiasi Peluncuran Buku Polda Aceh Meutuah

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri peluncuran buku “Polda Aceh Meutuah” yang digelar...

Kak Na Gelar Open House Iduladha Perdana di Pedalaman Aceh Barat, Serap Aspirasi Warga

Suasana Iduladha di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, terasa berbeda tahun ini....

Muslim Aid dan YKMI Salurkan 19 Sapi Qurban untuk 2.769 Warga Rentan di Aceh Timur

Muslim Aid bersama Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) menyalurkan 19 ekor sapi qurban kepada...