HomeNewsKhasKisah Mualem Bangun Masjid di Kampung Halaman 

Kisah Mualem Bangun Masjid di Kampung Halaman 

Published on

Mualem mulai membangun masjid di kampung halaman sejak sebelum menjadi Gubernur Aceh. Hingga kini, pembangunan itu berjalan tanpa mengandalkan anggaran pemerintah.

Minggu, 5 April 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, tiba di Masjid Baitul Muttaqin, Gampong Blang Tue, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Kunjungan ini menjadi penutup rangkaian kepulangannya ke kampung halaman.

Sebelumnya, Mualem bersilaturahmi dengan warga di sebuah toko di Keude Simpang. Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Gampong Mane Kawan untuk bertemu ibunda dan keluarga besar, sebelum akhirnya menuju Blang Tue pada sore hari.

Setibanya di lokasi, pandangannya langsung tertuju pada bangunan masjid yang berdiri mencolok. Kubah berwarna hijau, putih, dan kuning tampak kontras dengan dinding yang didominasi warna putih. Bangunan itu hampir rampung, meski sejumlah bagian masih dalam pengerjaan.

Lantai masjid belum seluruhnya selesai. Di halaman, gundukan pasir dan tumpukan batu bata masih terlihat. Fasilitas tempat wudu untuk laki-laki dan perempuan juga tengah dibangun terpisah di sisi kompleks.

Mualem berdiri sejenak mengamati bangunan itu. Ia kemudian berjalan mendekat, duduk di tangga, melepas sepatu, dan menggantinya dengan sandal. Setelah berwudu, ia menunaikan salat.

Masjid Baitul Muttaqin memiliki arti khusus baginya. Pembangunan rumah ibadah ini sebagian besar dibiayai dari dana pribadi, dengan dukungan swadaya masyarakat.

Nabahani, panitia pembangunan, mengatakan masjid berukuran 18 x 21 meter itu mulai dibangun pada 2024, sebelum Mualem menjabat sebagai gubernur. Mualem dilantik pada Februari 2025. Hingga kini, progresnya telah mencapai sekitar 80 persen.

“Pembangunan ini sebagian besar menggunakan uang pribadi Mualem. Masyarakat juga ikut membantu melalui swadaya, tetapi belum ada bantuan dari anggaran pemerintah,” ujar Nabahani.

Partisipasi warga, kata dia, umumnya berupa sedekah dan wakaf. Panitia tidak secara aktif menggalang dana, tetapi menerima bantuan yang diberikan secara sukarela.

Ia menuturkan, pembangunan dilakukan dari awal, bukan renovasi bangunan lama. Selama proses berlangsung, Mualem disebut rutin memantau perkembangan di lapangan.

Sempat muncul rencana untuk memasukkan pembangunan masjid tersebut ke dalam program Pemerintah Aceh setelah Mualem menjabat. Namun, rencana itu tidak dilanjutkan.

“Mualem pernah menyampaikan, ‘ta peugot bacut-bacut ube na peng, pajan yang lheuh kakeuh lheuh,’ yang artinya dikerjakan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan,” kata Nabahani.

Seusai salat, Mualem berbincang dengan panitia dan warga di dalam masjid. Percakapan berlangsung panjang, membahas perkembangan pembangunan hingga kondisi masyarakat setempat.

Sekitar pukul 18.05 WIB, ia dan rombongan meninggalkan lokasi. Di kalangan warga Blang Tue, masjid itu kini punya nama sendiri: Masjid Mualem.[*]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...

Polres Bireuen Musnahkan 10,5 Kg Sabu-Sabu dan 19,3 Kg Ganja

Kepolisian Resor Bireuen memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Satresnarkoba berupa 10,5 kilogram sabu-sabu...

Al Masúdi, Penjelajah Muslim yang Penasaran

Jauh sebelum penjelajah Eropa menggunakan kapal mereka mencari pulau-pulau yang jauh, ternyata orang-orang Muslim...

More like this

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...