Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Ahmad Humam Hamid menyoroti kondisi Aceh pascabencana dan Siklon Senyar25 dengan keprihatinan mendalam. Dia mengingatkan gubernur, bupati/wali kota agar tak terburu-buru menghentikan status masa darurat.
Lumpur tebal menutup pemukiman, menghancurkan rumah, sawah, dan sebagian pertanian di 18 kabupaten/kota, dengan tujuh kabupaten. Dampak terparah adalah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, hampir seluruh mata pencaharian masyarakat terhenti.
“Ketabahan dan kesungguhan gubernur serta kepala daerah tingkat dua patut diapresiasi, tetapi besarnya tantangan menuntut kehati-hatian,” kata Humam, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, fase darurat bukan sekadar formalitas; fondasi pemulihan Aceh bergantung pada penyelesaian tuntas fase darurat. Pembersihan lumpur di jaringan infrastruktur jalan kawasan pemukiman dan sentra produksi pedesaan, sekolah, rumah ibadah, pusat pelayanan kesehatan, sekolahan, dan fasilitas umum lainnya harus selesai.
“Pengungsi harus terdokumentasi lengkap, kerusakan diverifikasi secara faktual, dan mata pencaharian dasar masyarakat dipulihkan,” urainya.
Di fase darurat, pemerintah pusat dan daerah memiliki fleksibilitas keuangan untuk realokasi cepat, prosedur administrasi disederhanakan, dan keputusan berbasis kebutuhan nyata di lapangan, sehingga bantuan sampai tepat sasaran.
Memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi, peran daerah menjadi krusial: hanya data faktual dari fase darurat yang bisa menjadi dasar menentukan apa yang harus direhabilitasi dan dibangun kembali. Tanpa data sahih, program rehab-rekon akan rapuh, salah sasaran, dan proyek strategis tertunda.
Prof. Humam menekankan, memasuki tahap pemulihan awal atau rehabilitasi tanpa terpenuhinya indikator darurat menimbulkan pemulihan semu, risiko sosial-ekonomi meningkat, dan penderitaan masyarakat berlanjut.
“Hanya dengan fondasi darurat yang tuntas Aceh bisa pulih tangguh, ekonomi lokal kembali bergerak, dan wilayah siap menghadapi bencana berikutnya,” tutupnya. []



