HomeNewsProf. Humam Hamid Ingatkan Pemerintah: Jangan Persulit Bantuan Luar Negeri 

Prof. Humam Hamid Ingatkan Pemerintah: Jangan Persulit Bantuan Luar Negeri 

Published on

Di tengah situasi darurat pascabencana Sumatra, bantuan internasional non-negara melalui jalur dari rakyat untuk rakyat- “people to people” terbukti cepat, fleksibel, dan tepat sasaran dalam pemulihan dan penanganan bencana.

NGO internasional, yayasan kemanusiaan, serta individu lintas negara dapat mengirim bantuan pangan, obat-obatan, tenda darurat, perlengkapan sekolah, dan dukungan psikososial langsung ke masyarakat terdampak.

Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Ahmad Humam Hamid menegaskan bahwa pemerintah harus memberi ruang bagi bantuan ini tanpa hambatan birokrasi berlebihan. Pengalaman pascatsunami Aceh 2004 menunjukkan bahwa keterbukaan dan pengawasan proporsional mempercepat pemulihan, sementara regulasi ketat atau inspeksi berlebihan hanya akan menunda bantuan dan merugikan korban.

“Memberi ruang bagi bantuan kemanusiaan bukan melepas kedaulatan, tetapi menegaskan komitmen negara terhadap keselamatan dan martabat warganya,” tegas Prof. Humam.

Bantuan non-negara bergerak cepat karena didorong solidaritas global dan dukungan teknologi digital. Informasi bencana menyebar hampir real time melalui media sosial dan platform donasi daring, memungkinkan penggalangan dana dan pengiriman barang dalam hitungan jam. Kerja sama dengan komunitas lokal menjamin distribusi tepat sasaran dan akuntabel.

Prof. Humam mengingatkan, fleksibilitas dan keterbukaan pemerintah menjadi kunci agar jalur “people to people” tetap efektif. Aceh, Sumut, dan Sumbar hari ini menjadi ujian nyata kemampuan negara dalam mengelola solidaritas global demi menyelamatkan nyawa dan meringankan penderitaan masyarakat terdampak. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Dari Lamteh ke Helsinki: Jangan Pernah Lupakan Harga Sebuah Perdamaian

Aktivis Aceh, Ridwan Husein, mengingatkan seluruh elemen masyarakat Aceh agar tidak melupakan sejarah panjang...

21 Tahun Damai, Wagub: Tantangan Kini Memastikan Anak Aceh Rasakan Manfaat Perdamaian

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengatakan tantangan Aceh setelah 21 tahun perdamaian bukan lagi mengakhiri...

Hari Damai Aceh XXI, Zikir dan Doa Bersama Digelar Malam Ini di Masjid Raya Baiturrahman

Peringatan Hari Damai Aceh XXI diisi dengan zikir dan doa bersama di Masjid Raya...

Bendera Putih di Depan Masjid Raya Baiturrahman, Tanda Kekecewaan atas Pemulihan Bencana

Bendera putih berkibar di jalan depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat pagi (14/8/2026)....

Seruan Wali Nanggroe Menjelang Peringatan Hari Damai Aceh

“Menjaga Perdamaian, Merawat Persaudaraan, dan Membangun Masa Depan Aceh Bersama” Menjelang Peringatan Hari Damai Aceh...

More like this

Dari Lamteh ke Helsinki: Jangan Pernah Lupakan Harga Sebuah Perdamaian

Aktivis Aceh, Ridwan Husein, mengingatkan seluruh elemen masyarakat Aceh agar tidak melupakan sejarah panjang...

21 Tahun Damai, Wagub: Tantangan Kini Memastikan Anak Aceh Rasakan Manfaat Perdamaian

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengatakan tantangan Aceh setelah 21 tahun perdamaian bukan lagi mengakhiri...

Hari Damai Aceh XXI, Zikir dan Doa Bersama Digelar Malam Ini di Masjid Raya Baiturrahman

Peringatan Hari Damai Aceh XXI diisi dengan zikir dan doa bersama di Masjid Raya...