Dinas Kesehatan Kota Subulussalam telah membuka sejumlah posko pelayanan kesehatan di berbagai titik pengungsian yang terdampak banjir. Kepala Dinas Kesehatan Subulussalam, Munawarah, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan para kepala puskesmas untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.
“Kita sudah koordinasi dengan kepala puskesmas. Saat ini beberapa titik sudah membuka posko kesehatan. Hingga saat ini belum ada laporan korban dengan kondisi parah,” ujar Munawarah, Jumat (28/11/2025).
Ia menegaskan bahwa ketersediaan obat masih aman. Apabila dibutuhkan tambahan, stok dapat segera diambil dari gudang farmasi Dinas Kesehatan Subulussalam. Selain di fasilitas kesehatan, posko layanan medis juga ditempatkan langsung di lokasi-lokasi pengungsian untuk memudahkan warga mengakses pertolongan pertama.
Menurut Munawarah, beberapa penyakit yang umum muncul saat bencana banjir adalah gatal-gatal, demam, serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena itu, ia mengimbau warga agar tidak menunda pemeriksaan jika merasakan gejala.
“Kami mengimbau masyarakat, kalau ada keluhan atau gejala apapun, segera mendatangi posko kesehatan terdekat atau puskesmas supaya bisa dilakukan pemeriksaan dan diberikan pengobatan,” katanya.
Dinas Kesehatan bersama tenaga medis di lapangan saat ini terus memantau kondisi para pengungsi dan memastikan kebutuhan layanan kesehatan terpenuhi selama masa tanggap darurat banjir.
Secara terpisah, Kepala Puskesmas Kecamatan Longkib Alumiati menyebutkan bahwa gatal-gatal pada sela-sela kaki menjadi keluhan paling banyak dialami warga yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Longkib. Keluhan tersebut muncul akibat kontak berulang dengan genangan air banjir yang bercampur dengan air kotor.
Petugas kesehatan yang berada di lapangan telah memberikan penanganan cepat dengan membagikan obat-obatan, termasuk salep untuk meredakan iritasi kulit.
“Petugas sudah turun langsung memberikan salep dan obat-obatan lain yang diperlukan. Sejauh ini belum ada laporan warga yang mengalami penyakit serius,” ujarnya.
Ia memastikan pemantauan kesehatan warga tetap dilakukan secara intensif untuk mencegah timbulnya penyakit lain yang biasa muncul pada situasi pascabanjir. Hingga kini kondisi kesehatan masyarakat masih terbilang aman dan terkendali. []


