Pemerintah Kota Subulussalam resmi menetapkan status darurat bencana banjir setelah curah hujan tinggi sejak awal pekan ini menyebabkan sejumlah wilayah terendam. Data Pusdalops BPBD per 27 November 2025 pukul 12.00 WIB mencatat 2.091 kepala keluarga (KK) atau 9.712 jiwa terdampak di lima kecamatan.
Status darurat bencana tersebut disampaikan oleh Ramadhan ST Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Subulussalam pada Kamis (27/11) setelah curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan luapan sungai dan genangan di berbagai pemukiman penduduk. Sejumlah sekolah dasar dan menengah turut terdampak hingga menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar.
“Status ini ditetapkan setelah peningkatan debit air dan meluasnya area terdampak. Selain permukiman, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas pendidikan, sehingga aktivitas pembelajaran tatap muka untuk sementara dihentikan,” ujarnya.
Ramadhan melanjutkan, banjir melanda puluhan desa, dengan wilayah terparah berada di Kecamatan Rundeng yang mencatat 660 KK atau 3.231 jiwa terdampak dan 380 KK atau 1.900 jiwa mengungsi. Banjir juga merendam Desa Longkib, Panji, dan Sepang di Kecamatan Longkib dengan total 482 KK atau 1.844 jiwa, serta 5 KK atau 25 jiwa di antaranya harus mengungsi.
Kecamatan Sultan Daulat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar, mencapai 924 KK atau 4.520 jiwa, sedangkan Kecamatan Penanggalan dan Simpang Kiri turut melaporkan banjir dan longsor dengan puluhan KK terdampak.
Puluhan Sekolah Diliburkan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam menyebutkan bahwa pihak sekolah diminta untuk mengamankan aset, dokumen penting, perangkat TIK, dan peralatan belajar mengajar lainnya dari risiko kerusakan akibat banjir. Selain itu, sekolah diimbau terus melakukan pemantauan dan melaporkan kondisi terkini kepada Dinas Pendidikan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam meliburkan puluhan sekolah di kecamatan terdampak banjir. Selain gedung sekolah yang terendam, akses jalan menuju beberapa lokasi tidak dapat dilalui sehingga proses belajar tatap muka dihentikan hingga kondisi dinilai aman.
BPBD Kerahkan Personel dan Peralatan
Kepala Pelaksana BPBD Subulussalam, Ramadhan, mengatakan bahwa pihaknya telah mengintensifkan upaya penanganan darurat di seluruh wilayah terdampak.
“Saat ini kami sedang melakukan mobilisasi peralatan evakuasi ke beberapa desa yang terisolir. Tim juga membantu warga menuju lokasi pengungsian serta menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi,” ujar Ramadhan.
Ia menambahkan, BPBD bersama TNI, Polri, serta relawan terus melakukan pemantauan di wilayah aliran sungai untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. []


