HomeEkonomiAnggota DPRK Aceh Besar Minta BPKS Optimalisasi Pelabuhan di Pulo Aceh

Anggota DPRK Aceh Besar Minta BPKS Optimalisasi Pelabuhan di Pulo Aceh

Published on

Tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Fraksi PKB melakukan kunjungan kerja ke Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Senin (22/9/2025).

Kunjungan mereka untuk mendengarkan langsung sekaligus menyampaikan saran terkait pengembangan kawasan Kecamatan Pulo Aceh, yang masuk dalam wilayah kerja BPKS.

Pertemuan dihadiri Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen, Deputi Pengawasan Ridha Amri, serta Kepala Biro Perencanaan Teuku Ardiansyah. Sementara anggota DPRK Aceh Besar; Yusran Effendi, Syahrizal, dan Apriono.

Dalam kesempatan itu, Yusran Effendi menegaskan pentingnya optimalisasi Pelabuhan Perikanan di Desa Gugop, Pulau Breuh, Kecamatan Aceh Besar. Menurutnya, pelabuhan tersebut memiliki peran strategis bagi nelayan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“DPRK ingin mendengar langsung apa saja hambatan yang dihadapi BPKS, sehingga nantinya bisa kami sampaikan ke Pemkab Aceh Besar untuk dirumuskan bersama dalam bentuk kolaborasi,” ujar Yusran.

Selain soal pelabuhan, rombongan PKB juga menyoroti lambannya realisasi pembangunan jembatan penghubung Pulau Nasi – Pulau Breuh. Jembatan ini, menurut mereka, sangat vital karena dapat membuka akses ekonomi dan mobilitas warga di kawasan terluar tersebut.

“Kegiatan itu bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekitar 4.000 jiwa di Pulo Aceh. Jumlahnya memang kecil, tapi posisinya sebagai pulau terluar sangat penting,” tegas Yusran.

Meski diketahui kendala utamanya adalah ketiadaan anggaran, Yusran menilai Pulo Aceh semestinya menjadi perhatian serius tidak hanya BPKS, tetapi juga Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP).

Senada, Ketua Komisi 3 DPRK Aceh Besar Syahrizal, berharap BPKS dapat menjadi motor penggerak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Aceh Besar, khususnya Pulo Aceh.

“Jika Pelabuhan Perikanan bisa difungsikan optimal, hasil tangkapan laut bisa dipasarkan langsung, baik dalam bentuk ikan segar maupun produk olahan seperti ikan kaleng,” ungkap Syahrizal.

Karena itu, Fraksi PKB menegaskan akan membawa aspirasi dan masukan ini ke forum partai di tingkat provinsi maupun nasional.

“Kami juga berharap Fraksi PKB di DPRA, Komisi VI DPR RI, hingga Fraksi PKB di DPR RI dapat mendorong program kerja BPKS, baik melalui dukungan kegiatan maupun penambahan anggaran yang belakangan terus menurun hingga tahun 2025 ini,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen menjelaskan bahwa pemanfaatan Pelabuhan Perikanan di Pulau Breuh memang terkendala oleh adanya bangkai kapal yang menghambat alur masuk pelabuhan.

“Kami akan mencoba berkolaborasi untuk menggeser bangkai kapal tersebut. Karena akibat keberadaannya, alur pelabuhan menjadi dangkal,” jelas Iskandar.

Sementara terkait rencana pembangunan jembatan penghubung Pulau Nasi – Pulau Breuh, Iskandar menuturkan bahwa hambatannya memang terletak pada ketiadaan anggaran dan pertimbangan jumlah penduduk yang dinilai tidak sebanding dengan biaya.

“Untuk itu, perlu ada dorongan bersama dari Pemkab Aceh Besar, DPRK, hingga pihak terkait lain agar usulan pembangunan jembatan ini bisa diperjuangkan bersama ke pemerintah pusat,” pungkasnya. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Target 10 Besar Terlampaui, Kafilah Aceh Pulang dengan Prestasi 4 Besar MTQ Nasional

Kafilah Aceh kembali ke Tanah Rencong setelah menorehkan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)...

2.500 Peserta Ramaikan Fun Run 5K HUT ke-81 TNI Kodam IM di Banda Aceh

Sebanyak 2.500 peserta meramaikan Fun Run 5K yang digelar Kodam Iskandar Muda (IM) dalam...

Setelah Terputus akibat Banjir, Jembatan Kutablang Kembali Beroperasi

Jembatan Krueng Tingkeum atau Jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen kembali beroperasi untuk lalu lintas...

Sumur Minyak Masyarakat Aceh Masuk Babak Baru, Menteri ESDM Setujui Rekomendasi BPMA

Sumur minyak masyarakat di Aceh memasuki babak baru setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya...

23 Tahun Menanti, Aceh Kembali Masuk 4 Besar MTQ Nasional 2026

Kafilah Aceh kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menempati peringkat keempat pada Musabaqah...

More like this

Target 10 Besar Terlampaui, Kafilah Aceh Pulang dengan Prestasi 4 Besar MTQ Nasional

Kafilah Aceh kembali ke Tanah Rencong setelah menorehkan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)...

2.500 Peserta Ramaikan Fun Run 5K HUT ke-81 TNI Kodam IM di Banda Aceh

Sebanyak 2.500 peserta meramaikan Fun Run 5K yang digelar Kodam Iskandar Muda (IM) dalam...

Setelah Terputus akibat Banjir, Jembatan Kutablang Kembali Beroperasi

Jembatan Krueng Tingkeum atau Jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen kembali beroperasi untuk lalu lintas...