HomeGaya HidupKesehatanProf Murdani: Akupunktur dan Konsep Penyembuhan dalam Islam

Prof Murdani: Akupunktur dan Konsep Penyembuhan dalam Islam

Published on

Akademi Akupuntur Aceh menggelar kuliah tamu menghadirkan salah satu ahli gastroenterologi Indonesia, Prof. Murdani Abdullah. Kegiatan diikuti puluhan peserta dari unsur praktisi akupunktur, dokter, akademisi, dan mahasiswa di kampus setempat, Selasa (12/8/2024).

Prof. Murdani  adalah Putra Aceh yang aktif mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sekaligus menjadi konsultan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dia memaparkan topik menarik tentang hubungan antara tradisi penyembuhan Islam dan akupunktur modern: ‘Syifa dan Mizan dalam Konteks Akupunktur untuk Dyspepsia’.

Dia mengajak peserta memahami konsep penyembuhan dalam Islam. Syifa berarti kesembuhan dan Mizan adalah keseimbangan, sejalan dengan prinsip dasar akupunktur dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Ia menjelaskan bagaimana gangguan pencernaan fungsional, seperti dyspepsia, tidak selalu berasal dari kerusakan organik saja, melainkan juga ketidakseimbangan sistemik tubuh yang bisa diatasi melalui pendekatan holistik.

“Syifa bukan hanya soal menghilangkan gejala, tapi memulihkan harmoni dan fungsi tubuh secara menyeluruh,” ujar Prof. Murdani.

Dia juga menyoroti bukti klinis yang menunjukkan efektivitas akupunktur dalam mengatur motilitas lambung dan sistem saraf otonom, sehingga membantu mengurangi keluhan nyeri ulu hati, kembung, dan rasa penuh pada pasien dyspepsia.

Dengan gaya penyampaian yang menggabungkan ketajaman ilmiah dan kedalaman filosofi, Prof. Murdani menekankan perlunya menghapus dikotomi antara pengobatan modern dan tradisional. “Keduanya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah apabila diuji dengan cara yang tepat. Syifa dan Mizan hanyalah istilah berbeda untuk prinsip universal dalam memulihkan keseimbangan tubuh,” tuturnya.

Kuliah ini merupakan bagian dari komitmen Akademi Akupuntur Aceh, yang didirikan pada Januari 2023 bersama Dr. Yoo Jae Jung (Dokter Yusuf) dan beberapa tokoh lainnya di bawah naungan Yayasan RAPA, untuk menjadi wadah dialog lintas disiplin ilmu dan tradisi, serta mendorong pengembangan praktik kesehatan holistik di Indonesia. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Hardiknas 2026, Disdik Aceh Wajibkan Upacara dan Kegiatan Edukatif

Dinas Pendidikan Aceh resmi mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)...

Hari Posyandu Nasional 2026 di Langkahan, Ketum Sosialisasikan 6 SPM Posyandu

Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Tri Tito Karnavian memanfaatkan momentum peringatan Hari Posyandu Nasional...

Mualem Apresiasi Arab Saudi atas Pembangunan LIPIA, Perkuat Pendidikan Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Arab Saudi, Faisal Abdullah...

Dari Langkahan, Ketum Posyandu Gaungkan Hari Posyandu ke Seluruh Indonesia

Ketua Umum Tim Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian, menggaungkan semangat Hari Posyandu Nasional 2026...

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana

Pemerintah Aceh resmi memperpanjang status transisi darurat menuju pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah...

More like this

Hardiknas 2026, Disdik Aceh Wajibkan Upacara dan Kegiatan Edukatif

Dinas Pendidikan Aceh resmi mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)...

Hari Posyandu Nasional 2026 di Langkahan, Ketum Sosialisasikan 6 SPM Posyandu

Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Tri Tito Karnavian memanfaatkan momentum peringatan Hari Posyandu Nasional...

Mualem Apresiasi Arab Saudi atas Pembangunan LIPIA, Perkuat Pendidikan Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Arab Saudi, Faisal Abdullah...