Penyelundupan sabu seberat satu kilogram dari Aceh ke Kendari digagalkan. Seorang kurir berinisial RM (27) ditangkap di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, saat hendak terbang ke Sulawesi Tenggara.
Polisi kini memburu dua pelaku lain yang diduga bagian dari jaringan narkoba lintas provinsi.
Ditangkap di Bandara, Sabu 1 Kg Disembunyikan di Koper
Penangkapan RM terjadi pada Selasa (4/3/2025). Petugas keamanan bandara mencurigai koper biru yang dibawanya. Setelah diperiksa, ditemukan empat paket sabu yang disembunyikan di dalamnya.
“Tersangka sudah dua kali meloloskan narkotika ke Kendari, dan yang ketiga tertangkap,” ujar Kasat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, AKP Rajabul Asra, dikutip Rabu (26/3/2025).
Setelah ditangkap, RM diserahkan ke pihak kepolisian bersama barang bukti, termasuk ponsel dan uang tunai Rp 4,3 juta.
Jaringan Sabu Aceh-Kendari, Siapa Dalangnya?
Hasil pemeriksaan mengungkap RM mendapatkan sabu dari seseorang berinisial TK di kawasan Beureunuen, Pidie, sehari sebelum keberangkatan. Keduanya tidak pernah bertemu langsung, hanya berkomunikasi via telepon setelah dikenalkan oleh F, pelaku lainnya yang kini juga buron.
RM dijanjikan upah Rp 50 juta jika berhasil membawa sabu ke Kendari. Ia telah menerima uang muka Rp 20 juta, sedangkan sisanya akan diberikan setelah barang sampai ke tujuan.
Dia sudah dua kali sukses menyelundupkan sabu dengan modus yang sama, masing-masing seberat satu kilogram. “Semua dilakukan karena faktor ekonomi, butuh uang untuk kehidupan sehari-hari,” kata Rajabul.
Dua Pelaku Buron, Polisi Dalami Jaringan Narkoba
Polisi kini memburu TK dan F, yang diduga bagian dari jaringan narkoba lintas provinsi.
Sementara itu, RM dijerat Pasal 112, 114, dan 115 UU Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.
“Berkasnya sedang diteliti jaksa, dalam waktu dekat segera dilimpahkan untuk disidangkan,” kata Rajabul.
Kasus ini masih terus dikembangkan. Apakah jaringan ini terkait dengan sindikat narkoba internasional? Polisi masih menelusuri lebih lanjut untuk mengungkap dalang di balik peredaran sabu Aceh-Kendari ini.[]


