Puluhan anak yatim di Pidie mendapatkan kesempatan memilih sendiri baju Lebaran mereka dalam program donasi yang digagas oleh Tokoh Masyarakat Pidie (TOMPi).
Selain pakaian, mereka juga menerima santunan dan menu berbuka puasa dalam acara yang berlangsung di Masjid Abu Beureueh, Kota Beureunuen, Senin (24/3/2025).
Sekjen TOMPi, Muhammad Nur menjelaskan program ini telah berjalan dua tahun sejak komunitas tersebut terbentuk pada 2024.
“Tahun lalu kita juga mengadakan kegiatan sosial serupa. Bedanya, penerima tahun lalu lebih banyak karena yang terkumpul lebih banyak,” ujar Muhammad Nur.
Dana untuk program ini berasal dari anggota grup WhatsApp TOMPi yang tersebar di berbagai kota, termasuk dari perantau Pidie di Australia.
“Seluruh dana yang terkumpul kami salurkan secara utuh untuk anak yatim, tanpa potongan biaya untuk amil atau operasional,” kata Nur. Sedangkan Jamaluddin Jamil, salah satu tokoh Pidie, menyediakan makanan berbuka puasa.
TOMPi menerapkan pendekatan berbeda dalam menyalurkan baju Lebaran. Anak-anak yatim datang langsung ke Toko Blok M Beureunuen untuk memilih pakaian yang mereka inginkan.
“Mereka datang ke toko kami memilih baju yang mereka sukai. Kami bekerja sama dengan TOMPi sejak tahun lalu,” ujar Salahuddin, manajer toko tersebut.
Salah satu donatur utama, Jamaluddin Jamil mendorong keberlanjutan program ini.
“Kita dorong semua pihak untuk mau berpartisipasi dalam amal kebajikan seperti ini. Doa-doa anak yatim itu maqbul dan akan memudahkan urusan para penyumbang,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, anak-anak yatim didampingi oleh ibu mereka sejak memilih baju di toko hingga menerima santunan dan hidangan berbuka di masjid. Beberapa donatur turut hadir, di antaranya Bustami Ahmad, Taufik, Luthfi, Tajuddin Daud, dan Martunis. Mereka menyerahkan santunan secara bergilir.[]



