Kepolisian Resor Langsa mengungkap peredaran narkotika jenis kokain yang diduga berasal dari Lhokseumawe dengan menangkap dua orang pria di Aceh Timur. Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Langsa berhasil membongkar rencana penyelundupan 1 kilogram kokain yang akan diedarkan di wilayah Kota Langsa dan sekitarnya.
Kapolres Langsa AKBP Andy Rahmansyah mengatakan bahwa operasi penangkapan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (28/9/2024) sekitar pukul 20.30 WIB di salah satu desa wilayah Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Dua tersangka, MA (30 tahun) yang berprofesi sebagai petani dan AL (26) seorang nelayan, ditangkap dengan barang bukti berupa satu kilogram kokain.
“Penangkapan ini menjadi buah dari penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh Tim Sat Resnarkoba Polres Langsa. Tersangka yang mencoba menyembunyikan kokain di bawah jok motor Honda Beat mereka, tak dapat berkutik ketika petugas berhasil mengepung mereka. Kokain seberat 1.014 gram, ponsel, dan sepeda motor hitam tersebut langsung diamankan sebagai barang bukti,” ujar Andy, Rabu (16/10/2024).
Menurut Kapolres Langsa, narkotika jenis kokain itu rencananya akan diedarkan di Kota Langsa setelah sebelumnya didistribusikan dari Lhokseumawe.
“Pengakuan tersangka menyebutkan bahwa barang haram ini didapatkan dari SL, yang kini menjadi DPO. Ini bukti bahwa jaringan narkoba masih terus berusaha menyusup ke wilayah kita, namun berkat kerja keras tim, upaya mereka berhasil digagalkan,” ujarnya.
Kedua tersangka kini menghadapi ancaman hukuman berat. Mereka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), dan Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang memungkinkan hukuman mati atau penjara seumur hidup.
“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, terutama dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” kata Andy.
Polres Langsa berharap agar masyarakat semakin waspada dan berperan aktif dalam melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait narkotika. “Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba terus mengintai, dan kerja sama seluruh elemen sangat dibutuhkan untuk memeranginya,” ujarnya. []



