Sejumlah 140 kamar asrama haji Aceh dipersiapkan untuk menyambut 4.709 anggota jemaah. Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Asrama Haji Embarkasi Aceh Ali Amran, jemaah bakal masuk asrama sejak 28 Mei. “Berbagai persiapan telah kami rampungkan,” katanya, Rabu (8/5/2024).
Amran mengatakan telah membenahi sejumlah fasilitas menjelang kedatangan jemaah, seperti aula kedatangan, ruang makan, penginapan, hingga masjid dan halamannya. “Insyaallah sekarang sudah siap untuk menyambut kedatangan jemaah calon haji Aceh,” ujar Amran.
Sebelum bertolak ke tanah suci, jemaah menginap di asrama haji. Sesuai jadwal dirilis Kementerian Agama, tiap kelompok terbang akan berada di asrama haji satu malam sebelum terbang. Jemaah haji Aceh terbagi dalam 12 kelompok.
Adapun 140 kamar yang dipersiapkan, 110 di antaranya berada di gedung Muzdalifah dan Misfalah, sementara 30 kamar di gedung A1. Kamar-kamar tersebut sudah selesai tahap perbaikan dan kini bisa ditempati. Tim teknisi selalu memantau dan memperbaiki bila ada kendala. “Ini selalu menjadi perhatian kami sejak awal,” jelasnya.
Sementara itu, asrama haji Aceh juga menyiapkan mobil golf untuk menjemput dan mengantar anggota jemaah lanjut usia ke tempat penginapan. Menurut Amran, mereka yang lanjut usia akan ditempatkan di kamar lantai satu.
Selama di asrama, jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan, bimbingan manasik akhir, dan pengecekan dokumen. Tahun ini, jemaah akan diberikan paspor dan dokumen lain sebelum masuk kamar. “Dulu paspor diberikan oleh Imigrasi saat jemaah hendak ke bandara,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Subbagian Tata Usaha Asrama Haji Aceh Irsyadi mengatakan sedang melakukan proses standardisasi hotel bintang tiga, ISO 9001 tentang layanan ISO 45001 tentang SMK3 (keselamatan kerja). Proses itu ditargetkan rampung sebelum jemaah masuk asrama.
Irsyadi berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, termasuk menyiapkan one stop service atau layanan satu atap yang lebih baik sehingga memudahkan para jemaah. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan jajaran Kanwil Kemenag Aceh dalam melayani para tamu Allah sejak memasuki embarkasi.[]


