HomeNewsKhasMengejar Malam Ganjil, Jalan Ibadah Warga Aceh Menanti Lailatulqadar saat Ramadan

Mengejar Malam Ganjil, Jalan Ibadah Warga Aceh Menanti Lailatulqadar saat Ramadan

Published on

Sirene mengaum tepat saat jam menyentuh pukul tiga. Langit masih gelap. Dengungan yang panjang itu terdengar jelas di keheningan sepertiga malam.

Mengalun dari corong pengeras suara Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, sirene itu tanda qiamulail berjemaah bakal segera dimulai pada Senin (1/4/2024) dini hari atau malam 21 Ramadan.

Masjid Raya Baiturrahman
Seorang warga masuk ke Masjid Raya Baiturrahman, Senin (1/4/2024) dini hari. Foto: Habil Razali/acehkini

Satu per satu anggota jemaah pun tiba, bergegas memasuki masjid ikonik Tanah Rencong itu. Di dalam masjid, anggota jemaah yang tiba lebih dulu larut berdoa, zikir, dan membaca Al-Qur’an.

Tidak berselang lama, salat sunah di tengah malam itu mulai dikerjakan. Barisan laki-laki ada tiga saf, termasuk sejumlah anak-anak. Di belakang terdapat saf perempuan.

Masjid Raya Baiturrahman
Anggota jemaah melewati tangga masuk Masjid Raya Baiturrahman. Foto: Habil Razali/acehkini

Qiamulail pada malam-malam ganjil sepuluh akhir Ramadan menjadi jalan bagi umat Islam menanti Lailatulqadar. Sebab, saat-saat itu malam seribu bulan disebut bakal datang.

Menghidupkan malam ganjil, Faris Al Qadri (22) pergi ke Masjid Raya Baiturrahman pukul 23.00 WIB. Sejak siang, pria asal Medan yang kuliah di UIN Ar-Raniry ini telah menyiapkan fisiknya agar kuat begadang.

“Waktu siang tidur yang cukup, supaya malamnya tidak mengantuk,” kata Faris.

Faris Al Qadri
Faris Al Qadri. Foto: Habil Razali/acehkini

Selama di masjid, Faris bertadarus, berzikir, dan berdoa. Ia tak ingin menyia-nyiakan malam suci penuh berkah ini yang datang setahun sekali: ketika pahala ibadah digandakan berkali-kali.

“Harapannya, dosa-dosa kita diampuni,” katanya.

Ramadan tahun ini menjadi pengalaman berkesan bagi Faris karena pertama kali puasa di Aceh. Tiap malam, ia pindah-pindah masjid kala melaksanakan salat berjemaah. Faris sedang mencari nuansa berbeda.

“Yang paling terlihat beda, di Aceh hampir semua masjid anggota jemaahnya ramai.”

Salat Qiamulail
Salat qiamulail berjemaah di Masjid Raya Baiturrahman, Senin (1/4/2024). Foto: Habil Razali/acehkini
Salat Qiamulail
Salat qiamulail. Foto: Habil Razali/acehkini

Muhammad Al Aziz (32) datang ke Masjid Raya Baiturrahman sekitar pukul 2.30 WIB. Ia berangkat bersama rekan-rekannya. “Saya mengejar malam ganjil,” katanya. “Referensi yang kami dapat, malam Lailatulqadar jatuh di malam-malam ganjil sepuluh akhir Ramadan.”

Dari tahun ke tahun, Aziz kerap salat malam di Masjid Raya Baiturrahman. Sebelum ke masjid, sejak pukul satu, ia membaca Al-Qur’an kemudian istirahat sebentar. “Tidak ada persiapan khusus, mudah-mudahan badan tetap fit,” kata warga Banda Aceh ini.

Masjid Raya Baiturrahman
Salat qiamulail cara warga Aceh menanti Lailatulqadar. Foto: Habil Razali/acehkini

Aziz menuturkan waktu tidurnya memang berkurang karena harus begadang sampai Subuh. Tapi ia tak ingin menyia-nyiakan malam sepuluh akhir Ramadan.

“Saya ingin berusaha untuk terus melaksanakan qiamulail,” katanya.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...

Polres Bireuen Musnahkan 10,5 Kg Sabu-Sabu dan 19,3 Kg Ganja

Kepolisian Resor Bireuen memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Satresnarkoba berupa 10,5 kilogram sabu-sabu...

Al Masúdi, Penjelajah Muslim yang Penasaran

Jauh sebelum penjelajah Eropa menggunakan kapal mereka mencari pulau-pulau yang jauh, ternyata orang-orang Muslim...

More like this

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...