HomeNews90 Tukik Dilepas ke Laut di Pantai Blang Mee

90 Tukik Dilepas ke Laut di Pantai Blang Mee

Published on

Sebanyak 90 anak penyu (tukik) kembali dilepas ke laut lepas di Pantai Blang Mee, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, pada Jumat (30/1/2026), sebagai upaya Kelompok Konservasi Penyu Pantai Blang Mee menjaga kelestarian habitat penyu di pesisir Aceh Besar.

Kelompok konservasi yang diketuai oleh Adun Munawir, menjalankan seluruh kegiatan dengan swadaya menggunakan modal pribadi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membeli telur penyu dari masyarakat sekitar, yang sebelumnya memiliki kebiasaan berburu telur penyu untuk dikonsumsi.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi perburuan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian satwa laut yang dilindungi.

Adun Munawir menyampaikan bahwa kegiatan konservasi ini bertujuan agar habitat penyu di Pantai Blang Mee tetap lestari, sehingga generasi mendatang masih dapat menyaksikan secara langsung penyu naik ke darat untuk bertelur.

“Jangan sampai anak cucu kita nanti hanya mengenal penyu lewat YouTube, tidak pernah melihat langsung, apalagi menyentuhnya. Kita ingin penyu tetap ada di alam, bukan hanya di layar,” ujarnya.

Pelepasan tukik itu merupakan yang keenam kalinya dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian habitat penyu di kawasan pesisir tersebut. Acara dihadiri Asisten II Sekda Aceh Besar M Ali, mewakili Bupati Aceh Besar yang berhalangan hadir, serta sejumlah kepala dinas, perwakilan lembaga pencinta alam, dan keuchik dari tiga desa, yakni Desa Lamkuta Blang Mee, Teungoh Blang Mee, dan Baroh Blang Mee.

Sebagai bagian dari edukasi, kelompok konservasi juga mengundang siswa-siswi tingkat SD dan SMP untuk belajar langsung tentang cara melestarikan penyu serta ikut serta dalam proses pelepasan tukik ke laut lepas.

Adun menjelaskan, penyu dikenal sebagai hewan berumur panjang yang membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk mencapai usia dewasa dan mampu bertelur.

Menurut para pegiat konservasi, penyu-penyu yang saat ini naik bertelur di Pantai Blang Mee diduga merupakan penyu yang lahir pascamusibah tsunami Aceh tahun 2004.

Kegiatan pelepasan tukik ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Aparatur desa dan masyarakat sekitar menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan konservasi ini.

“Alhamdulillah, acara hari ini berjalan sukses. Semoga upaya kecil ini membawa dampak besar bagi kelestarian penyu di Aceh Besar,” ujar Adun Munawir. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Janji Menag Nasaruddin Umar Terwujud, MIN 5 Pidie Jaya Mulai Dibangun Kembali

Janji Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada masyarakat Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie...

APRI Aceh Gelar Persiapan Rakerwil II 2026 

Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh menggelar rapat persiapan Rapat Kerja...

TP PKK Aceh Siap Sukseskan Aceh Culinary Festival 2026

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh Marlina Usman menegaskan komitmen...

Punya Cerita tentang Sanger? Mari Tulis untuk Sangerology

Tradisi minum sanger khas Aceh akan diangkat dalam buku bunga rampai internasional bertajuk “Sangerology:...

630 Masjid di Aceh Serentak Ikuti Geber Mas, ASN Kemenag Turun Bersihkan Masjid

Sebanyak 630 masjid di Aceh mengikuti Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) yang dilaksanakan serentak...

More like this

Janji Menag Nasaruddin Umar Terwujud, MIN 5 Pidie Jaya Mulai Dibangun Kembali

Janji Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada masyarakat Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie...

APRI Aceh Gelar Persiapan Rakerwil II 2026 

Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh menggelar rapat persiapan Rapat Kerja...

TP PKK Aceh Siap Sukseskan Aceh Culinary Festival 2026

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh Marlina Usman menegaskan komitmen...