Tujuh terduga pelaku penganiayaan di Peudada, Bireuen, Aceh, pada 27 Juli 2024 ditangkap polisi. Penangkapan para pelaku dilakukan di lokasi terpisah dalam rentang 3-28 Agustus lalu.
Kepala Kepolisian Resor Bireuen Ajun Komisaris Besar Jatmiko mengatakan satu senjata AK-56 turut disita sebagai barang bukti karena diduga dipakai saat peristiwa kriminal itu.
“Tujuh tersangka kami tangkap, barang bukti senjata api laras panjang jenis AK-56 dan sembilan butir peluru, dua mobil, dua sepeda motor, dan lima handphone,” kata Jatmiko, dalam konferensi pers, Sabtu (26/10/2024).
Jatmiko menyebut berdasarkan keterangan para pelaku, motif penganiayaan sekelompok pria ini terkait utang piutang.
Jatmiko menuturkan penangkapan pertama pada 3 Agustus ketika tim membekuk dua terduga pelaku, yaitu HB (32) dan RM (26), yang berasal dari Dewantara dan Muara Batu, Aceh Utara.
Selanjutnya, pada 7 Agustus 2024, JH (35), seorang warga Bandar Dua Pidie Jaya, ditangkap di Kabupaten Bengkalis, Riau.
Pada 9 Agustus 2024, empat terduga pelaku lainnya juga ditangkap di Aceh Utara. Mereka adalah FD (39) dan MI (35), yang merupakan warga Tanah Luas, serta YC (42) dan AWI (45), yang berasal dari Langkahan, Aceh Utara.
Terakhir, pada 28 Agustus 2024, MI (35), yang juga merupakan warga Tanah Luas, ditangkap di wilayah Aceh Utara.
“Ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara 20 tahun,” katanya.[]