HomeNews20 Tahun Damai Aceh, Guru Dilatih Pendidikan Perdamaian

20 Tahun Damai Aceh, Guru Dilatih Pendidikan Perdamaian

Published on

Dalam momentum peringatan 20 tahun penandatanganan nota kesepahaman (MoU) damai Aceh di Helsinki, sebanyak 30 guru dari Banda Aceh dan Aceh Besar mengikuti pelatihan Manajemen Konflik Berbasis Sekolah (MKBS).

Kegiatan yang berlangsung 12–14 Agustus 2025 di Aula Dinas Pendidikan Aceh itu diselenggarakan atas kerja sama Dinas Pendidikan Aceh dengan sejumlah lembaga pendidikan dan riset: ICAIOS, Yayasan Sukma, ISSED, PUSKAPA UI, dan SVARA.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam memahami sekaligus menerapkan pendidikan perdamaian di sekolah.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni. “Guru yang terus belajar akan mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/8/2025).

Sejumlah isu dibahas dalam pelatihan, mulai dari identitas, kuasa, konflik, kekerasan, hingga strategi mendengar aktif. Para peserta dibekali oleh narasumber Dr Dody Wibowo, dosen Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Gadjah Mada sekaligus Direktur Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat Yayasan Sukma.

Pada hari ketiga, panitia menghadirkan dua akademisi luar negeri, yakni Prof Kamarulzaman Askandar dari Universiti Sains Malaysia serta Prof Younjeong Joo dari Pusan National University, Korea Selatan. Keduanya berbagi praktik pendidikan perdamaian di negara masing-masing.

Metode pembelajaran berlangsung beragam, mulai dari ceramah interaktif, diskusi reflektif, observasi, simulasi, hingga bermain peran. Diskusi berjalan interaktif sehingga praktik baik tak hanya disampaikan narasumber, tetapi juga dibagikan para guru peserta.

Kepala SMAN 1 Lhoknga, Eka Sari Dewi, mengaku mendapat wawasan baru. “Banyak strategi pembelajaran yang bisa langsung saya terapkan di sekolah, terutama materi mendengar aktif yang dapat diterapkan dalam berinteraksi. Saya jadi lebih menyadari peran sebagai kepala sekolah tidak hanya berkaitan dengan keputusan, tetapi juga bagaimana saya berinteraksi dengan guru dan murid setiap harinya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, menegaskan perlunya tindak lanjut. Ia mendorong pembentukan forum guru dan penyusunan modul perdamaian agar manfaatnya dapat langsung dirasakan siswa.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

PW APRI Aceh Gelar Webinar Kajian Hukum Islam Tentang Fasakh Nikah 

Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh kembali menggelar webinar Kajian Hukum...

BSN Championship 2026 Panaskan Atmosfer Sepak Bola Aceh, 16 Tim Siap Bertarung

Atmosfer sepak bola Aceh kembali memanas. Turnamen bergengsi Abeh Ubee Abeh BSN Championship 2026...

Sekda Aceh Sidak RSUD dr Fauziah Bireuen, Pasien Katastropik Dijamin JKA Tanpa Batas Desil

​Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum...

Museum Tsunami Aceh Hadirkan Pameran Kebencanaan Selama Mei 2026

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Tsunami Aceh akan menyelenggarakan pameran kebencanaan temporer sepanjang...

Wali Nanggroe dan Wakil Duta Besar Belanda Bahas Kerja Sama Strategis di Aceh

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar menerima kunjungan Wakil...

More like this

PW APRI Aceh Gelar Webinar Kajian Hukum Islam Tentang Fasakh Nikah 

Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh kembali menggelar webinar Kajian Hukum...

BSN Championship 2026 Panaskan Atmosfer Sepak Bola Aceh, 16 Tim Siap Bertarung

Atmosfer sepak bola Aceh kembali memanas. Turnamen bergengsi Abeh Ubee Abeh BSN Championship 2026...

Sekda Aceh Sidak RSUD dr Fauziah Bireuen, Pasien Katastropik Dijamin JKA Tanpa Batas Desil

​Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum...