HomeNewsWali Nanggroe Kukuhkan Pengurus Majelis Adat Aceh

Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus Majelis Adat Aceh

Published on

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, secara resmi mengukuhkan kepengurusan Majelis Adat Aceh (MAA) Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2021–2026, Kamis (28/8/2025) di Banda Aceh.

Kabag Kerja sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris menyebutkan, pengukuhan tersebut didasarkan pada Keputusan Gubernur Aceh Nomor 800.1.1.4/1008/2025.

Dalam sambutannya, Wali Nanggroe menegaskan bahwa MAA merupakan salah satu lembaga strategis sebagaimana diamanahkan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA). Lembaga ini menjadi pilar penting dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan adat istiadat serta kearifan lokal masyarakat Aceh.

“Adat Aceh adalah ruh yang berpadu dengan syariat Islam, menjadi identitas dan jati diri keacehan yang wajib kita pelihara dengan penuh tanggung jawab. Keberadaan MAA bukan sekadar simbol, melainkan motor penggerak revitalisasi adat dan budaya Aceh,” ujar Wali Nanggroe yang pada kegiatan itu didampingi Staf Khusus Dr. Raviq dan Khatibul Wali Abdullah Habusllah.

Wali Nanggroe menekankan bahwa adat harus hadir dalam seluruh aspek kehidupan; sosial, ekonomi, pendidikan, bahkan dalam penyelesaian masalah di tengah masyarakat.

Menurut Wali Nanggroe, adat Aceh mengajarkan keseimbangan, kebijaksanaan, dan perdamaian, nilai yang relevan menghadapi tantangan zaman.

Wali Nanggroe juga berpesan agar sisa masa jabatan pengurus MAA hingga 2026 dapat dimanfaatkan secara optimal. Di antaranya, menyelesaikan program-program prioritas yang langsung bersentuhan dengan masyarakat gampong.

Memperkuat peran adat dalam penyelesaian sengketa sosial serta menghidupkan kembali lembaga adat gampong dan mukim. Mendorong generasi muda Aceh memahami dan menghidupkan kembali adat istiadat agar tidak terkikis arus globalisasi.

“Juga membentuk kolaborasi erat antara MAA, ulama, pemerintah, dan lembaga pendidikan, agar adat senantiasa sejalan dengan syariat Islam dan kebutuhan masyarakat modern,” kata Wali Nanggroe.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Nanggroe turut mengingatkan pepatah Aceh ‘Adat bak Poteumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana’.

“Sebagai pengingat bahwa adat, hukum, dan kepemimpinan adalah tiga pilar yang saling melengkapi demi tegaknya martabat dan kedaulatan masyarakat Aceh,” pesan Wali Nanggroe.

Adapun pengurus MAA PAW periode 2021–2026 yang dikukuhkan antara lain: Prof. Dr. Drs. Yusri Yusuf, M.Pd (Ketua), Miftachhuddin Cut Adek, SE, M.Si (Wakil Ketua I), Drs. Syaiba Ibrahim  (Wakil Ketua II).

Kemudian Abdul Hadi Zakaria sebagai Ketua Pemangku Adat. Drs. H. Saidan Nafi, M.Hum Wakil Ketua Pemangku Adat, dan Saidinur Yusuf sebagai Sekretaris Pemangku Adat. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


Artikel Terbaru

Mualem Hadiri Munaslub APPSI, Kawal Sinkronisasi Kebijakan Strategis untuk Perkuat Ekonomi Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menghadiri Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Pemerintah Provinsi...

BWI Umumkan Indeks Wakaf Nasional 2026, Aceh Masuk Lima Besar Terbaik

Badan Wakaf Indonesia (BWI) menetapkan Aceh sebagai salah satu dari lima provinsi dengan tata...

Peringati Harlah ke-7, Penghulu Aceh Tanam 933  Pohon

Memperingati hari lahir (harlah) ke-7,  Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia PW APRI Aceh...

Didampingi Wagub Aceh, Mentan Pastikan Dukungan Pengembangan Kopi Gayo

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau lokasi produksi benih...

Kemenag Aceh Ajak Masyarakat Cek Arah Kiblat saat Matahari Tepat di Atas Ka’bah

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena matahari tepat di atas...

More like this

Mualem Hadiri Munaslub APPSI, Kawal Sinkronisasi Kebijakan Strategis untuk Perkuat Ekonomi Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menghadiri Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Pemerintah Provinsi...

BWI Umumkan Indeks Wakaf Nasional 2026, Aceh Masuk Lima Besar Terbaik

Badan Wakaf Indonesia (BWI) menetapkan Aceh sebagai salah satu dari lima provinsi dengan tata...

Peringati Harlah ke-7, Penghulu Aceh Tanam 933  Pohon

Memperingati hari lahir (harlah) ke-7,  Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia PW APRI Aceh...