Presiden Prabowo Subianto melantik dan menyaksikan pengucapan sumpah 18 pejabat negara dalam rangkaian prosesi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Dalam agenda tersebut, Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP), sementara Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Selain KSP dan Kapolri, rangkaian pelantikan mencakup 10 menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029, Wakil Kepala Polri (Wakapolri), serta sejumlah kepala dan wakil kepala badan.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga menyaksikan pengucapan sumpah Ketua dan Anggota Ombudsman Republik Indonesia untuk sisa masa jabatan 2026-2031.
10 Menteri dan Wakil Menteri Dilantik
Untuk jajaran Kabinet Merah Putih, Prabowo melantik 10 menteri dan wakil menteri untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024–2029.
Mereka yang dilantik yakni Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Selanjutnya, Arrmanatha Christiawan Nasir dilantik sebagai Menteri Luar Negeri dan Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian.
Untuk posisi wakil menteri, Prabowo melantik Drajad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan, Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian, serta Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
Listyo Sigit Jadi Kepala Staf Kepresidenan
Selain menteri dan wakil menteri, Prabowo melantik empat pejabat negara lainnya di Istana Negara.
Listyo Sigit Prabowo dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Dudung Abdurachman. Sebelumnya, Listyo Sigit menjabat sebagai Kapolri.
Dedi Prasetyo dilantik sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN). Sebelumnya, Dedi menjabat sebagai Wakapolri.
Pada kesempatan yang sama, Ariyanto Wibowo dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sedangkan Muhammad Fadil Imran menjadi Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Pengangkatan keempat pejabat tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 105/P Tahun 2026 dan Nomor 40/M Tahun 2026.
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri
Pergantian jabatan juga terjadi di tubuh Polri. Prabowo melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan Nomor 97/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Suyudi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025. Sementara Wahyu Hadiningrat sebelumnya menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena Kapolri).
Dalam pelantikan tersebut, Suyudi juga mendapat kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Jenderal Polisi. Ia menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.
Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman
Selain pelantikan pejabat pemerintah dan Polri, Prabowo menyaksikan pengucapan sumpah Ketua dan Anggota Ombudsman Republik Indonesia untuk sisa masa jabatan 2026-2031.
Nuzran Joher mengucapkan sumpah sebagai Ketua Ombudsman RI, sedangkan Radian Syam sebagai Anggota Ombudsman RI. Pengangkatan keduanya berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2026 dan Nomor 96/P Tahun 2026.
Usai pengucapan sumpah, Nuzran mengatakan sumpah dan janji jabatan akan menjadi pegangan dalam menjalankan amanah undang-undang untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik.
Menurut Nuzran, lengkapnya sembilan anggota Ombudsman menjadi langkah baru untuk melakukan pembenahan internal dan memperkuat pelaksanaan tugas lembaga pengawas eksternal pelayanan publik.
Seluruh rangkaian pelantikan dan pengucapan sumpah kemudian diakhiri dengan penandatanganan berita acara serta pemberian ucapan selamat. Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming menjadi pihak pertama yang memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang dilantik.


