HomeNewsPj Gubernur Aceh soal Pengungsi Rohingya: Bantuan Kemanusiaan Paling Utama

Pj Gubernur Aceh soal Pengungsi Rohingya: Bantuan Kemanusiaan Paling Utama

Published on

Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki menyatakan memberi bantuan kemanusiaan menjadi hal yang paling utama dalam menangani pengungsi Rohingya di Aceh.

“Yang paling diutamakan tentunya adalah kita memberikan bantuan kemanusiaan, namanya pengungsi pasti rakyat Aceh pun setuju akan diberikan bantuan kemanusiaan,” kata Achmad Marzuki, Senin (11/12/2023).

Selain itu, pemerintah juga mengatur mengenai tempat dan berapa lama para pengungsi Rohingya itu berada di Aceh.

“Berapa lama mereka bisa segera kita geser, kemudian ditempatkan yang lebih layak,” katanya.

Pengungsi Rohingya di kantor gubernur Aceh, Senin (11/12/2023). Foto: Suparta/acehkini

Masyarakat Aceh, kata dia, sejauh ini akan menerima bila pengungsi sudah berada di laut. Namun, setiba mereka di darat, pemerintah harus mencari tempat penampungan sementara.

Karena itu, Achmad Marzuki menyebutkan tugas pemerintah menyediakan lokasi baru. Menurutnya, sudah ada beberapa petunjuk dari pemerintah pusat mengenai hal ini.

Pengungsi Rohingya di Aceh 1.684 Orang, Pj Gubernur Cari Jalan Keluar

“Saya akan melaksanakan komunikasi dengan UNHCR dan yang lain-lain,” katanya.

Kedatangan pengungsi Rohingya ini terjadi dalam beberapa gelombang sejak pertengahan November lalu.

Pendataan pengungsi Rohingya di Lhokseumawe. Foto: Yasir untuk acehkini

Mereka pergi dari kamp pengungsian Cox’s Bazar di Bangladesh.

Orang-orang Rohingya menjadi etnis minoritas paling teraniaya di dunia. Mereka diusir dan tak diakui sebagai warga negara di tanah airnya: Myanmar.

Bertahun-tahun, mereka hidup di kamp pengungsian di Bangladesh, yang kini jumlahnya lebih dari sejuta orang.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...

Polres Bireuen Musnahkan 10,5 Kg Sabu-Sabu dan 19,3 Kg Ganja

Kepolisian Resor Bireuen memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Satresnarkoba berupa 10,5 kilogram sabu-sabu...

Al Masúdi, Penjelajah Muslim yang Penasaran

Jauh sebelum penjelajah Eropa menggunakan kapal mereka mencari pulau-pulau yang jauh, ternyata orang-orang Muslim...

More like this

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...