BerandaNewsPendidikan dan Ekonomi Masalah Utama untuk Pemimpin Aceh Masa Depan

Pendidikan dan Ekonomi Masalah Utama untuk Pemimpin Aceh Masa Depan

Published on

Kondisi pendidikan dan ekonomi jadi masalah utama bagi pemimpin Aceh masa depan Aceh. Menurut Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Prof Marwan, permasalahan tersebut saling berkaitan.

“Pendidikan semakin baik pastinya berdampak pada perekonomian sehingga kehidupan keluarga jadi lebih baik,” kata Marwan kepada jurnalis seusai diskusi ilmiah bertajuk Figur Gubernur Aceh pada Pilkada Serentak 2024 di Fakultas MIPA USK, Kamis (13/6/2024).

Marwan menilai perlu kerja sama semua pihak untuk mengatasi masalah itu. Ia turut berharap gubernur Aceh fokus pada visi dan misi serta program-programnya.

Dalam diskusi yang menghadirkan Prof Faisal A Rani dan Rustam Effendi serta dipandu Effendi Hasan itu, civitas academica USK memberikan sejumlah rekomendasi untuk menentukan figur pemimpin Aceh pada Pilkada 2024.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USK Mahdi Syahbandir menyebut rekomendasi itu bakal dikirim partai-partai pengusung calon gubernur hingga ke Dewan Perwakilan Rakyat.

Berikut rekomendasi civitas academica USK terkait sosok gubernur Aceh pada Pilkada 2024:

1. Sosok gubernur yang tanggap dan serius dalam menangani permasalahan pendidikan, dengan mendorong program afirmasi dalam mewujudkan akses pendidikan yang setara bagi semua kalangan masyarakat, serta mampu menciptakan sinkronisasi seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung fasilitas pendidikan yang berkualitas di Aceh.

2. Figur gubernur yang mampu memfasilitasi program peningkatan keterampilan (hard skill dan soft skill) peserta didik untuk mendukung
peluang kerja yang berubah seiring dengan perkembangan zaman serta peningkatan sertifikasi keahlian kompetensi pendidik dan masyarakat umum untuk mendukung kualitas pendidikan dan daya saing di dunia kerja.

3. Figur yang berani berinisiatif dengan melampaui batas diri dan kelompoknya, cerdas, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi sehingga dapat menjadi landasan untuk mengartikulasikan seluruh kepentingan yang berorientasi kepada kebutuhan dan kepentingan masyarakat Aceh.

4. Pemimpin yang mampu memperjuangkan realisasi amanat otonomi khusus Aceh, dalam hal mengatur, mengurus dan membiayai kewenangan kekhususan yang diberikan dan mengoptimalkan penerapan nilai-nilai syariat Islam secara menyeluruh di Aceh.

5. Sosok pemimpin yang inovatif dan fokus untuk menjaga kondusivitas wilayah Aceh, berbasis pada perhatian dan kepedulian pada kesejahteraan
masyarakat Aceh, dengan mendukung asas pembangunan berkelanjutan.

6. Figur yang bersikap terbuka dengan menerima ide-ide baru, yang mampu mendukung sinergitas keilmuan dan keahlian antar stakeholder di Aceh,
serta berkomitmen jalankan misi, strategi, kebijakan dan program yang solutif sehingga mampu menjawab tantangan dan isu-isu kritis dalam segala sektor untuk masa depan Aceh yang lebih baik.

7. Pemimpin yang mempunyai kemampuan koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Pusat dan memiliki komitmen perencanaan pembangunan Aceh yang mengacu pada konsep tata ruang industri strategis nasional dan daerah, serta mampu menginisiasi program-program unggulan demi pengembangan potensi sumber daya di Aceh.[]

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News



Artikel Terbaru

Jumlah Jemaah Haji Aceh yang Meninggal di Tanah Suci Menjadi 14 Orang

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Seorang jemaah haji asal Aceh, Faridah binti Ali...

Pj Sekda Azwardi Serahkan Piala Juara Umum POPDA XVII untuk Kota Banda Aceh

Kontingen Kota Banda Aceh keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh...

Kakanwil Kemenag Aceh: Asuransi Jiwa Ditransfer Langsung ke Rekening Jemaah Haji

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Azhari, mengatakan bahwa klaim asuransi jiwa...

Jemaah Haji Asal Aceh Meninggal di Tanah Suci Bertambah Lagi Jadi 13 Orang

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Seorang jemaah haji asal Aceh kembali dilaporkan meninggal dunia...

Pengemis di Aceh Curi Tas Berisi Rp16,9 Juta, Uang Dipakai untuk Bayar Utang

Pengemis di Aceh berinisial EL (43 tahun) diduga mencuri tas berisi Rp16,9 juta. Uang...

More like this

Jumlah Jemaah Haji Aceh yang Meninggal di Tanah Suci Menjadi 14 Orang

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Seorang jemaah haji asal Aceh, Faridah binti Ali...

Pj Sekda Azwardi Serahkan Piala Juara Umum POPDA XVII untuk Kota Banda Aceh

Kontingen Kota Banda Aceh keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh...

Kakanwil Kemenag Aceh: Asuransi Jiwa Ditransfer Langsung ke Rekening Jemaah Haji

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Azhari, mengatakan bahwa klaim asuransi jiwa...