Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengunjungi Kabupaten Aceh Singkil pada Selasa kemarin, dia masih bertahan di daerah tersebut hingga Rabu (10/12/2025) untuk melihat wilayah-wilayah yang terdampak bencana banjir.
Kehadiran Gubernur bertujuan memastikan penanganan tanggap darurat berjalan efektif. Mualem meninjau langsung sejumlah titik banjir serta menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak.
“Bapak Gubernur telah berada di Aceh Singkil selama dua hari untuk memantau dampak banjir sekaligus mengawal proses penanganan yang dilakukan pemerintah,” ujar Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.
Sebelumnya, pada Senin (8/12/2025), Mualem juga meninjau banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Ini merupakan kunjungan keduanya ke wilayah tersebut dalam waktu singkat. Ia ingin memastikan pendataan kerugian, percepatan penanganan, dan tahapan pemulihan pascabencana berjalan tepat sasaran.
Dalam kunjungan keduanya di Aceh Tamiang, Gubernur menggunakan helikopter untuk memantau kerusakan dari udara sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat berdasarkan kondisi lapangan. Setelah mendarat di posko utama di kompleks Kantor Bupati Aceh Tamiang, ia kembali menyerahkan bantuan darurat bagi warga yang mengungsi.
Pemerintah Aceh akan terus memperkuat penyaluran logistik dan dukungan layanan darurat di seluruh daerah terdampak banjir. Posko evakuasi dan pendistribusian bantuan juga ditingkatkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan mendesak secara cepat dan merata.
Kunjungi Bank Aceh Cabang Singkil
Pada Rabu pagi, Mualem bersama Dirut Bank Aceh, dan Bupati Singkil ikut memastikan operasional Bank Aceh Cabang Singkil.
“Kita harus pastikan bahwa meskipun bencana melanda, akses masyarakat terhadap uang tunai, layanan transfer, dan terutama penyaluran bantuan, tidak terganggu sedikit pun,” kata Muzakir Manaf.
Gubernur mengapresiasi kerja cepat Bank Aceh Syariah yang telah mengambil langkah proaktif untuk menjaga layanan tetap prima.
Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan perhatian dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Singkil.
Dia menegaskan bahwa Bank Aceh telah mengaktifkan Protokol Kontinuitas Bisnis (BCP) segera setelah banjir surut. Seluruh tim telah dikerahkan untuk membersihkan kantor dan memulihkan sistem jaringan. Stok uang tunai di mesin-mesin ATM dan kas kantor telah dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pascabencana serta layanan utama diberikan pada transaksi yang berhubungan dengan penyaluran dana bantuan dan operasional kesehatan.
“Kami memahami betul bahwa di masa sulit ini, kepercayaan dan akses yang mudah terhadap layanan keuangan adalah kunci. Bank Aceh Syariah, sebagai bank milik rakyat Aceh, berkomitmen penuh untuk tidak pernah menutup layanan, bahkan di tengah tantangan terbesar sekalipun,” jelas Fadhil Ilyas. []


