Sekolah bagi warga lanjut usia (lansia) harus diselenggarakan di seluruh Gampong di Aceh, bertujuan meningkatkan kualitas hidup mereka. Diharapkan sekolah nonformal dapat membuat lansia tetap aktif berkegiatan, mandiri, sehat dan produktif di usia senja.
Demikian disampaikan Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman, dalam sambutannya pada peluncuran Sekolah Lansia Cemara Kasih, di Gampong Alue Gintong Kecamatan Seulimuem, Selasa (29/4/2025) sore.
Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas, baik pria maupun wanita. Sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.
“Dulu kita tidak pernah mendengar sekolah lansia, Alhamdulillah, kini pemerintah telah meluncurkan program ini untuk membentuk lansia yang sehat, lansia kuat, mandiri dan berkarya. Karena itu, setiap gampong harus menyelenggarakan Sekolah Lansia,” ujar istri Gubernur Aceh.
“Sekolah lansia bukanlah sekolah formal, nanti akan ada 12 pertemuan yang salah satunya membimbing para lansia untuk mengembangkan kreasi, berkarya, baik kriya maupun membuat kue,” sambung Marlina.
Untuk menyemangati para lansia, Ketua TP PKK Aceh berjanji akan menghadiri wisuda, saat para lansia menyelesaikan sekolahnya 6 bulan mendatang. “Insya Allah, saya akan hadir saat acara wisuda. Nanti jangan lupa undang saya,” janjinya.
Pada kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Aceh dan Ketua TP PKK Aceh Besar juga menyerahkan bantuan untuk anak berisiko stunting di Gampong Alue Gintong, merupakan donasi dari para petugas lapangan BKKBN Aceh.
Saat ini terdata 2 ribu lebih anak beresiko stunting di Aceh Besar. Sementara di Aceh, sebanyak 38 ribu anak beresiko stunting. Tahun 2024 lalu, angka stunting di Aceh turun 0,8 persen. Saat ini, stunting di Aceh masih berada pada angka 29 persen.
Peluncuran Sekolah Lansia di Gampong Alue Gintong ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua TP PKK Aceh, dan Ketua TP PKK Aceh Besar Rita Maya Sari. Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Malahayati, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim, dan Kepala DPPKBP dan PA Aceh Besar Fadhlan serta sejumlah pejabat lainnya. []


