Rombongan Gubernur Aceh menyebar bantuan tanggap darurat di sepanjang jalan lintas nasional Banda Aceh–Medan di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, hingga Bireuen, Sabtu (29/11/2025) malam. Tim ini terdiri dari ajudan hingga petugas pengawalan.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem bersama rombongan terbatas sebelumnya terbang menggunakan pesawat dari Banda Aceh menuju Aceh Utara untuk mempercepat distribusi bantuan pada Sabtu sore. Langkah itu diambil karena jalur darat di kawasan Kuta Blang, Bireuen, putus total akibat banjir.

Sementara itu, rombongan lainnya harus menempuh perjalanan darat. Ajudan Gubernur Aceh, Zainal, mengatakan mereka terlebih dahulu membeli logistik sembako di Banda Aceh sebelum berangkat.
“Kami belanja sendiri dan tidak mengambil stok dari Pemerintah Aceh karena persediaan yang ada juga harus segera disalurkan untuk korban banjir,” ujar Zainal, Senin (1/12/2025).
Dalam perjalanan menuju Bireuen, rombongan membagikan bantuan kepada para pengungsi yang ditemui di sepanjang jalur tersebut—mulai dari Pidie hingga Pidie Jaya dan Bireuen.

Setiba di Kuta Blang, mobil rombongan tak lagi dapat melintas akibat semua jembatan di kawasan itu putus. Mereka kemudian menyeberang menggunakan perahu yang disediakan warga.
Kunjungan tim ini dilakukan untuk mendampingi Gubernur yang menyalurkan langsung bantuan ke titik-titik terparah terdampak banjir di Aceh Utara.
Zainal menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat menyiapkan helikopter guna mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang lebih terisolir, seperti Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, hingga Aceh Tenggara.
“Kami melihat langsung masih banyak masyarakat yang terjebak dan aksesnya sulit dijangkau. Kalau ada helikopter, bantuan bisa lebih cepat sampai dan evakuasi juga bisa dilakukan,” ucapnya.
Sebelumnya, hingga Sabtu tengah malam, Gubernur masih berada di lokasi banjir di Aceh Utara untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat. Ia turut membagikan sembako kepada para pengungsi yang membuka dapur umum di pinggir jalan nasional dari Syamtalira Aron hingga Panton Labu.[]



