India, Amerika Serikat, dan Tiongkok menjadi tiga negara utama tujuan ekspor dari Aceh sepanjang Juni 2025. India tercatat sebagai tujuan ekspor terbesar dengan nilai 38,61 juta dolar AS atau sekitar 79,26 persen dari total ekspor Aceh, yang sebagian besar berupa batu bara.
Ekspor adalah mengirim barang ke luar negeri untuk dijual.
Berdasarkan laporan Perkembangan Ekspor dan Impor Aceh, Juni 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal Agustus 2025, ekspor ke Amerika Serikat menempati urutan kedua senilai 1,76 juta dolar AS, disusul Tiongkok dengan nilai 1,66 juta dolar AS. Komoditas utama ke dua negara tersebut adalah kopi dan rempah-rempah.
“Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Juni 2025 berasal dari kelompok batu bara, senilai 31,77 juta dolar AS atau berkontribusi terhadap total ekspor Aceh hingga 65,21 persen,” tulis BPS dalam laporan tersebut.
Kelompok komoditas kopi dan rempah-rempah berada di peringkat kedua dengan nilai ekspor 6,96 juta dolar AS (14,30 persen), disusul berbagai produk kimia sebesar 1,15 juta dolar AS dan daging serta ikan olahan senilai 1,09 juta dolar AS.
Secara keseluruhan, nilai ekspor Aceh pada Juni 2025 mencapai 48,71 juta dolar AS. Sebagian besar ekspor (78,34 persen) dilakukan melalui pelabuhan di Aceh, dengan nilai 38,16 juta dolar AS. Sisanya, senilai 10,55 juta dolar AS, diekspor melalui pelabuhan di luar provinsi, terutama lewat Sumatera Utara yang mencatat 9,97 juta dolar AS.
Di sisi lain, nilai impor Aceh pada periode yang sama tercatat sebesar 21,17 juta dolar AS. Dengan demikian, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh bulan Juni 2025 mengalami surplus sebesar 27,54 juta dolar AS.[]



