Layanan kesehatan terus diperkuat melalui pengoperasian fasilitas kesehatan dan pengerahan tim medis ke wilayah terdampak. Hingga saat ini, tercatat 307 puskesmas beroperasi, dengan dukungan ratusan pos kesehatan dan 18 rumah sakit rujukan.
“Pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama, terutama bagi masyarakat di pengungsian dan wilayah terpencil agar tetap mendapatkan akses layanan dasar secara berkelanjutan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh sekaligus Ketua HEOC Dinkes Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, Sabtu (17/1/2026).
Berdasarkan data HEOC, kelompok rentan yang terdampak meliputi 1.362 ibu hamil, 951 ibu menyusui, 948 bayi, 4.617 balita, 6.687 lansia, dan 849 penyandang disabilitas. Selain itu, tercatat pula komorbid seperti pasien hemodialisa sebanyak 588 orang, thalasemia 77 orang, ODGJ berat 127 orang, dan penderita TBC sebanyak 12 orang.
“Untuk pelayanan, Tim Emergency Medical Team (EMT) telah melayani 28.476 pasien dengan keluhan terbanyak antara lain ISPA, dermatitis, hipertensi, demam, dan gangguan pencernaan. Sementara itu, penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terus dimonitor meliputi ISPA, penyakit kulit, diare, dan influenza like illness (ILI),” ujarnya.
Dari sisi logistik kesehatan, HEOC Dinkes Aceh telah mendistribusikan obat-obatan dan BMHP sebanyak 2.977 paket, PMT balita dan ibu hamil 8.008 paket, vitamin A 2.225 paket, sanitasi kit 26.959 paket, serta 32 unit vaksin carrier dan cold box.
“Kami berkomitmen memastikan layanan kesehatan, logistik medis, dan pengendalian penyakit pascabencana terus berjalan,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Aceh melalui Health Emergency Operational Center (HEOC) mencatat sebanyak 670.826 jiwa terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh hingga hari ke-50 penanganan, per 16 Januari 2026 pukul 15.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.584.067 jiwa tercatat sebagai warga terdampak, dengan rincian 4.939 orang mengalami luka ringan, 456 orang luka berat, 560 orang meninggal dunia, dan 31 orang dinyatakan hilang. Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 112.506 jiwa yang tersebar di berbagai lokasi. []



