HomeNewsGubernur Aceh Instruksikan Pengawasan Ketat Bahan Pokok di Tengah Bencana Banjir dan...

Gubernur Aceh Instruksikan Pengawasan Ketat Bahan Pokok di Tengah Bencana Banjir dan Longsor

Published on

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di Aceh untuk memperketat pengawasan distribusi dan harga bahan pokok di wilayah masing-masing. Instruksi ini dikeluarkan menyusul kondisi darurat bencana hidrometeorologi banjir dan longsor yang menyebabkan kelangkaan dan penipisan stok di sejumlah daerah terdampak.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 500.1/18608 bertanggal 1 Desember 2025. Dalam surat tersebut, Gubernur Aceh menegaskan bahwa gangguan jalur distribusi akibat banjir dan longsor menyebabkan sejumlah bahan pokok tidak lagi mudah ditemukan di pasar, terutama di wilayah yang terisolasi.

“Beberapa bahan pokok sudah langka dan menipis di beberapa pasar terutama di daerah yang berdampak musibah dikarenakan jalur distribusi saat ini belum lancar,” tulis Gubernur dalam surat itu.

Gubernur Mualem juga meminta kepala daerah untuk mengawasi para pelaku usaha, distributor, dan ritel modern agar tidak melakukan penimbunan maupun menaikkan harga secara sepihak di tengah situasi darurat. Ia menegaskan agar penindakan dilakukan jika ditemukan pelanggaran.

“Kami harap saudara mengawasi secara ketat para pelaku usaha, distributor dan retail modern untuk tidak melakukan penimbunan dan menaikkan harga barang. Apabila ada yang melanggar segera diambil tindakan tegas,” ujarnya.

Surat ini turut ditembuskan kepada sejumlah pejabat strategis, di antaranya Menteri Dalam Negeri RI, Menteri Perdagangan RI, Ketua DPRA, Kapolda Aceh, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, serta pejabat terkait lainnya di lingkungan Pemerintah Aceh. []

Follow konten ACEHKINI.ID di Google News

Artikel Terbaru

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...

Polres Bireuen Musnahkan 10,5 Kg Sabu-Sabu dan 19,3 Kg Ganja

Kepolisian Resor Bireuen memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Satresnarkoba berupa 10,5 kilogram sabu-sabu...

Al Masúdi, Penjelajah Muslim yang Penasaran

Jauh sebelum penjelajah Eropa menggunakan kapal mereka mencari pulau-pulau yang jauh, ternyata orang-orang Muslim...

More like this

Penetapan Lokasi Jalan Jantho-Keumala Sudah Ada Titik Terang

Staf Khusus Gubernur Aceh Junaidi alias Nek Tu bertemu dengan jajaran Balai Pelaksanaan Jalan...

Aceh Tak Lagi Ingin Bergantung pada Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Ekonomi Baru

Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju...

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.618 lulusan program sarjana, magister, dan...