Senin, Maret 4, 2024
More
    BerandaNewsFISIP USK Aceh Perkuat Kerja Sama dengan University of Malaya

    FISIP USK Aceh Perkuat Kerja Sama dengan University of Malaya

    Published on

    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh melalui Program Studi Ilmu Komunikasi memperkuat kerja sama dengan University of Malaya, Malaysia.

    Penguatan ditandai penandatanganan Implementation of Agreement terkait implementasi kerja sama berupa kuliah umum yang diadakan di FISIP USK.

    Penandatangan dilakukan Wakil Dekan Faculty of Art and Social Science, Prof. Dr. Hamedi Mohd Adnan dengan Koordinator Prodi Ilmu Komunikasi USK, Rahmat Saleh, M.Comn, didampingi Dekan FISIP USK, Dr. Mahdi Syahbandir, S.H., M.Hum, Kamis (14/12/2023) di aula FISIP USK, Banda Aceh.

    Setelah penandatanganan itu, Prof. Hamedi mengisi kuliah umum bertema Penulisan Karya Ilmiah Bebas Plagiat sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Melalui Penyuntingan dan Penerbitan Naskah.

    University Malaya di FISIP USK
    Program Studi Ilmu Komunikasi memperkuat kerja sama dengan University of Malaya, Malaysia. Foto: Kiriman untuk acehkini

    Kuliah umum ini ditujukan ke para dosen dan mahasiswa FISIP USK agar bisa menghasilkan artikel ilmiah yang bebas plagiat serta memenuhi standar penulisan yang baik.

    Dekan FISIP USK, Mahdi Syahbandir menyampaikan penandatangan IA dan kegiatan kuliah umum implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Syiah Kuala dan University of Malaya, yang ditandatangani sejak 2022.

    “Kegiatan hari ini adalah salah satu bentuk implementasi dari MoU tersebut. Insyaallah kami akan agendakan bentuk implementasi lainnya di waktu yang akan datang,” ujar Mahdi.

    Di samping itu, Mahdi mengapresiasi University of Malaya yang hadir di FISIP USK untuk membagikan ilmunya kepada seluruh civitas FISIP, terutama terkait isu-isu plagiarisme yang memang sangat dibutuhkan dalam dunia akademik.

    “Kita perlu punya pemahaman yang komprehensif tentang penulisan karya ilmiah, terutama agar terhindar dari plagiarisme. Dengan demikian mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus kita bisa menghasilkan artikel yang berkualitas,” katanya.

    University of Malaya di Fisip USK
    Dekan FISIP USK Mahdi Syahbandir (kiri) memberikan plakat ke Wakil Dekan Faculty of Art and Social Science, Prof. Dr. Hamedi Mohd Adnan (tengah) yang didampingi Koordinator Prodi Ilmu Komunikasi USK Rahmat Saleh. Foto: Kiriman untuk acehkini

    Koordinator Prodi Ilmu Komunikasi USK Rahmat Saleh juga mengungkapkan, tema plagiarisme dan penulisan karya ilmiah ini merupakan sesuatu yang sangat penting, dan harus terus di-update serta di-upgrade, baik oleh mahasiswa maupun para dosen. Karena itu Rahmat berharap agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.

    Di sisi lain, Prof. Hamedi menyambut baik bentuk implementasi kerjasama ini. Ia senang mendapatkan kesempatan berbagi ilmu dengan sivitas USK.

    Dalam materinya, Prof. Hamedi menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan saat ingin menulis karya ilmiah, terutama bagaimana cara dalam mengutip dan menyunting sumber dengan benar agar terhindar dari unsur plagiat.

    Dia mengingatkan para mahasiswa dan dosen berhati-hati dalam memilih penerbitan saat ingin mempublish artikel. “Penting untuk memilih secara selektif jurnal tujuan kita, karena sering kali terjadi penipuan dalam proses penerbitan,” katanya.

    Kegiatan diikuti puluhan mahasiswa di lingkungan FISIP USK. Usai materi, kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab.[]

    Follow konten ACEHKINI.ID di Google News


    Artikel Terbaru

    Rekapitulasi Suara di Aceh Tamiang Sempat Ricuh, Ketua Bawaslu Korban Pemukulan

    Hari pertama pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Aceh Tamiang sempat mengalami kericuhan. Ketua...

    FJL Aceh: Banyak Sampah Plastik Internasional di Pantai Balu, Pulo Aceh

    Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menemukan banyak sampah plastik dari berbagai negara mencemari pantai...

    Tokoh Partai Aceh Hasanuddin Sabon Meninggal Dunia

    Mantan Bendahara Umum Partai Aceh, Tgk Hasanuddin Sabon (54 tahun) meninggal dunia di Rumah...

    Dandhy Laksono Berkisah di Balik Dirty Vote saat Diskusi di AJI Banda Aceh

    Sutradara dokumenter Dirty Vote, Dandhy Laksono berbagi kisah di balik layar film yang telah...

    APBA 2024 Belum Disetujui DPRA, Gubernur Aceh Terbitkan Pergub

    Anggaran Pendapatan dan Balanja Aceh (APBA) 2024 belum mendapatkan persetujuan bersama dari Pemerintah dan...

    More like this

    Rekapitulasi Suara di Aceh Tamiang Sempat Ricuh, Ketua Bawaslu Korban Pemukulan

    Hari pertama pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Aceh Tamiang sempat mengalami kericuhan. Ketua...

    FJL Aceh: Banyak Sampah Plastik Internasional di Pantai Balu, Pulo Aceh

    Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menemukan banyak sampah plastik dari berbagai negara mencemari pantai...

    Tokoh Partai Aceh Hasanuddin Sabon Meninggal Dunia

    Mantan Bendahara Umum Partai Aceh, Tgk Hasanuddin Sabon (54 tahun) meninggal dunia di Rumah...