Penjabat Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto bersama istri mengunjungi nelayan di Pasie Jantang. Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Rabu (21/2/20234). Pj Bupati juga ikut tradisi taret pukat bersama nelayan serta menyerahkan bantuan jaring.
Muhammad Iswanto mengatakan tarek pukat merupakan tradisi nelayan Aceh dalam menangkap ikan, menggambarkan simbol kebersamaan dan gotong royong dalam mencari nafkah di pesisir pantai. “Hal ini harus dilestarikan. Di tengah-tengah maraknya teknologi, sebagian nelayan Aceh lebih memilih cara tradisional dalam menangkap ikan seperti di Pantai Pasie Jantang,” ujarnya.
Tradisi ini telah dikenal sejak masa Kesultanan Aceh abad ke-16, diwariskan hingga kini oleh masyarakat nelayan. “Ini warisan dari abad ke-16 dan hampir seluruh pesisir Aceh masuk berlangsung tarek pukat,” kata Iswanto.
Salah seorang nelayan di Pasie Jantang, Munir mengatakan tarek pukat salah satu tradisi yang hampir hilang, sehingga pihaknya berusaha menjaga kelestarian adat istiadat Aceh tersebut.
“Kami berusaha untuk melestarikan tradisi leluhur berupa tarek pukat. Rakyat juga mengaku senang dengan adanya kegiatan ini, kami sudah melakukannya selama kurang lebih 40 tahun secara turun temurun,” ujar Munir.
Usai kegiatan tarek pukat, Pj Bupati Aceh Besar menyerahkan jaring ikan kepada nelayan Pasie Jantang secara simbolis kepada Keuchik Gampong Jantang, Eri Gunawan.[]



