Wali Kota Subulussalam Rasyid Bancin bersama Kepala Pelaksana BPBD Ramadhan turun langsung menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di Kampong Suak Jampak, Kecamatan Rundeng, Sabtu (29/11/2025).
Kepala seksi kedaruratan BPBD Subulussalam Ali Supratman menyebutkan, Suak Jampak sebelumnya menjadi salah satu desa yang sempat terisolir akibat banjir besar yang dipicu luapan Sungai Souraya. Akses keluar masuk desa sempat terputus, membuat bantuan sulit dijangkau dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data terbaru bantuan logistik Kota Subulussalam per 29 November 2025 pukul 12.54 WIB, Kecamatan Rundeng termasuk Kampong Suak Jampak menerima distribusi logistik dari dapur umum sebanyak 5 paket serta bantuan beras dari provinsi sebanyak 14 sak (50 Kg/sak).
Rombongan pemerintah kota membawa tambahan bantuan darurat berupa kebutuhan pangan dan logistik lainnya yang diserahkan langsung kepada masyarakat di titik pengungsian. Wali Kota Rasyid menegaskan bahwa pemerintah terus memprioritaskan wilayah yang paling parah terdampak, terutama yang sempat terputus dari akses.
“Kita pastikan warga yang terdampak, khususnya yang terisolir, mendapat bantuan cepat dan merata. Pemerintah hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Selain Suak Jampak, sejumlah desa lain di Kecamatan Rundeng seperti Sibungke, Panglima Saman, Binnanga, Lae Mate, hingga Tanah Tumbuh juga tercatat terdampak banjir dengan berbagai tingkat kebutuhan berdasarkan laporan BPBD.
“Sebagian bantuan logistik untuk Kegiatan Dapur Umum, sebagian bantuan pangan (beras Bulog),” terang Ali.
BPBD Kota Subulussalam memastikan bantuan logistik akan terus diperbarui sesuai data terbaru di lapangan, termasuk pendistribusian ke kecamatan lain seperti Sultan Daulat, Longkib, dan Simpang Kiri yang turut melaporkan kerusakan dan kebutuhan darurat akibat banjir. []



